Everybody’s Gone To The Rapture, Bukan Game untuk Semua Orang

Everybody’s Gone To The Rapture, Bukan Game untuk Semua Orang

Maman Soleman
17 Jul 2018
Dibaca : 445x

Game-game saat ini terlihat semakin bebas dalam menyajikan cerita dan game-play. Bahkan tak jarang saat ini kita menjumpai game-game dengan cara bermain dan cerita yang aneh. Sebut saja Dear Esther arau Amnesia.

Kali ini adalah game yang juga tak kalah aneh berjudul Everybody's Gone to the Rapture. Besutan developer indie bernama The Chinese Room yang sebelumnya juga sukses dengan seri Amnesia dan Dear Esther.

Masih mempertahankan gameplay yang sama, yang sering disebut oleh gamer saat ini dengan "walking simulator". Hanya saja Everybody's Gone to the Rapture menghilangkan konsep horor seperti halnya dalam game mereka sebelumnya, Amnesia.

Meski di judul belakangnya mengatakan "Rapture", game ini tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan BioShock. Ketika baru memulai game ini, kamu akan langsung dihadapkan dengan seting yang indah namun sangat kosong. Tidak ada NPC sama sekali yang bisa kamu ajak berdialog. Objek yang bisa kamu ajak berinteraksi di lingkungan pun sangatlah minim.

Secara keseluruhan, yang bisa kamu lakukan di game ini hanyalah berjalan, membuka pintu, rnenutup pintu, mendengarkan radio, mengangkat telpon, dan berinteraksi dengan benda metafisika aneh yang melayang-layang di sepanjang permainan. Sangat membosankan.

Objek utama dari Everybody's Gone to the Rapture adalah sesuatu yang relatif. Tugas utama dari game ini adalah untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di tempat yang tengah kita jelajahi.

Kamu dapat mempeiajari misteri yang ada di game ini dengan cara mempelajari lingkungan yang ada. Hampir setiap objek bisa bercerita, termasuk hal-hal simpel seperti bagaimana desain kamar mandi di rumah salah satu karakter bisa memberikan indikasi cerita lebih bagi kamu yang teliti dan suka bereksplorasi.

Selain dari objek-objek yang tersebar di lingkungan, di sepanjang perjalanan kamu juga akan disuguhi semacam siluet berwujud metafisika. Yang menunjukkan interaksi antara penghuni-penghuni kota yang tengah kamu jelajahi sebelum hal misterius yang membuat mereka semua lenyap.

Cerita dalam game baru mulai menarik kira-kira di pertengahan petualangan. Jika kamu bisa tahan menjalani 1 atau 2 jam pertama di Everybody's Gone to the Rapture, mungkin kamu akan sulit untuk berhenti main game ini karena penasaran akan ceritanya. Tapi bisa melalui 1 atau 2 jam itu saja butuh kesabaran ekstra untuk mengatasi semua kebosanan yang ada di dalamnya.

Bicara masalah kualitas gratis, Everybody's Gone to the Rapture punya presentasi yang sangat-sangat bagus. Semua lingkungannya disajikan dengan sangat detil sampai ke objek-objek terkecil. Lumayanlah untuk sedikit mengatasi kebosanan bermain.

Apalagi Everybody's Gone to the Rapture juga dipenuhi dengan musik-musik bergenre klasik full orkestra penuh dengan paduan suara yang dapat membawamu seakan-akan masuk ke dalam dunia kosong yang ada di layar.

Game ini memang bukanlah game untuk semua orang. Bahkan mungkin The Vanishing of Ethan Carter lebih bagus dengan puzzle-puzzle yang harus kamu pecahkan. Jika kamu masih ragu apakah harus mencoba memainkan Everybody's Gone to the Rapture, ada baiknya coba dijajal saja.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved