Tutup Iklan
JasaReview
Ingin Tahu Sejarah Pembuatan Facebook? Yuk Tonton Film “The Social Network”!

Ingin Tahu Sejarah Pembuatan Facebook? Yuk Tonton Film “The Social Network”!

Zeal
31 Okt 2017
Dibaca : 43x

GueBanget - Berawal dari rasa sakit hatinya terhadap kekasihnya yang telah memutus hubungan karena menganggapnya terlalu asyik dengan dunianya sendiri, Mark Zuckerberg duduk di depan komputer kemudian menuliskan kejelekan-kejelekan tentang mantan kekasihnya, Erica Albright, yang merupakan salah satu mahasiswi di Boston University. Belum puas mencela Erica melalui blog pribadinya, selanjutnya Mark membuat sebuah website yang ditujukan agar para mahasiswa Harvard University dapat menilai dan membandingkan mahasiswi mana yang lebih seksi di antara dua foto mahasiswi yang ditampilkan berdampingan dalam satu waktu. Sebelumnya, untuk mendapatkan nama dan foto para mahasiswi yang dijadikan objek pada website-nya, Mark meretas database asrama-asrama yang ada di Harvard dengan bantuan Eduardo Saverin yang merupakan sahabatnya.

Website yang mereka namai FaceMash ini ternyata membuat jaringan Harvard menurun drastis. Pihak kampus mengetahui perbuatan Mark, kemudian Mark mendapat hukuman dan hampir dikeluarkan karena telah menerobos sistem milik kampus dan website yang ia buat dinilai telah melanggar privasi individu. Meski begitu, dapat dikatakan bahwa FaceMash ini merupakan cikal bakal terciptanya Facebook.

Pada suatu hari, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss yang merupakan kakak beradik kembar identik dengan satu lagi rekannya yang bernama Divya Narendra, menemui Mark dan memintanya menjadi programmer dalam website yang akan mereka buat yaitu Harvard Connection. Konsepnya, mahasiswa dan mahasiswi Harvard dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui internet tanpa harus bertatap muka secara langsung. Mark akhirnya menyetujui tawaran mereka meski pada kenyataannya, Mark tak sepenuhnya membantu proses penciptaan Harvard Connection. Ia justru lebih fokus pada project pribadinya yang ia buat agar seseorang dapat membagikan informasi personalnya dengan aman yang ia sebut sebagai Thefacebook. Untuk mendukung project ini, Mark meminta bantuan pada Eduardo dalam hal finansial. Akhirnya, dengan sumbangan beberapa ribu dollar dari Eduardo, Mark dapat menyelesaikan Thefacebook yang kemudian diperkenalkan pada sejumlah besar email mahasiswa Harvard melaui Eduardo yang merupakan anggota “Pheonix Club”.

Merasa idenya sudah dicuri Mark karena konsep Thefacebook hampir sama dengan Harvard Connection, Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra mencoba untuk menuntut Mark dengan menemui pemimpin Harvard, Larry Summers. Namun, karena Larry Summers menganggap bahwa kasus tersebut bukanlah kasus yang besar, permohonan mereka untuk menuntut Mark pun ditolak.

Di saat mereka sibuk mencari cara agar dapat menuntut Mark, Sean Parker, seorang pencipta Napster yang merupakan jaringan jasa penyedia musik justru ingin bertemu dengan Mark karena tertarik dengan Thefacebook yang ia ketahui melalui teman kencannya. Dalam pertemuannya tersebut, Eduardo yang ikut menemani Mark merasa kurang percaya dengan saran Sean yang menginginkan Mark untuk lebih fokus pada perkembangan dan perbaikan Thefacebook, daripada harus mendahulukan pencarian pemasang iklan untuk dijadikan penghasilan. Semantara itu, Mark yang memiliki harapan agar Thefacebook menjadi besar justru setuju dengan saran yang diberikan Sean. Pada pertemuan ini juga, Thefacebook berganti nama menjadi Facebook atas saran Sean karena menurutnya kata tersebut lebih sederhana.

Suatu ketika, Eduardo harus pergi ke New York untuk mencari pemasang iklan di Facebook. Namun sepulangnya dari sana, Eduardo marah besar pada Mark karena telah memindahkan kantor Facebook ke Palo Alto, California sesuai dengan saran Sean dan telah membuat perjanjian usaha dengan Sean tanpa sepengetahuannya. Namun tak lama kemudian, Eduardo memilih untuk kembali mendukung Mark dan bersedia menandatangani surat perjanjian pembagian persenan saham dengan Sean sebagai investor juga.

Tak disangka, ketika Eduardo mendatangi kantor Facebook dan ia membaca isi surat perjanjian yang sebelumnya ia tandatangani, ternyata ia baru sadar bahwa selama ini ia ditipu. Saham yang diberikan padanya hanya 0,03% bukan 30% seperti yang ia minta di awal perjanjian. Karena terlanjur kesal pada sahabatnya, akhirnya Eduardo membawa kasus Mark ke meja pengadilan. Bersamaan dengan itu, Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra juga menuntut Mark karena menganggapnya sebagai pencuri ide.

Alhasil, pada akhir persidangan, Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra menerima uang sejumlah 65 juta dollar dan menandatangani perjanjian kerahasiaan, sedangkan Eduardo menerima bagiannya dan kembali menjadi Co-Founder Facebook karena Sean Parker ditangkap polisi atas kasus obat terlarang dan kedapatan berpesta dengan remaja di bawah umur. (Ulf/Red)

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2017 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2017 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
CreamPemutih Kanan