Tutup Iklan
ObatKolesterol
Jangan Asal Minum, Pemberian Antibiotik yang Salah Membuat Bakteri Kebal

Jangan Asal Minum, Pemberian Antibiotik yang Salah Membuat Bakteri Kebal

Maman Soleman
26 Jan 2018
Dibaca : 512x

Sakit flu atau batuk pilek sedikit saja biasanya orang minum obat antibiotik. Termasuk jika yang sakit adalah anak-anak. Padahal, tidak semuanya membutuhkan antibiotik. Justru penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya akan merusak sistem kekebalan tubuh bayi atau anak. Bahkan bakteri yang resisten dapat berkembang biak.

Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri, virus, jamur, parasit serta antimikroba adalah antibiotik yang khusus untuk membunuh bakteri. Asalnya adalah zat yang diekstrak dari jamur yang bisa membunuh bakteri.

Antibiotik berfungsi sebagai pembunuh bakteri yang bisa menginfeksi manusia. Ada beberapa bakteri yang sebenamya secara normal ada di dalam tubuh manusia. Bakteri tersebut bermanfaat untuk tubuh manusia sehingga saat dia lahir, tumbuh dan berkembang, bakteri tersebut menghuni beberapa bagian dari tubuh manusia. Di antaranya di saluran cerna, di saluran napas, dan lain-lain.

Dalam kondisi tertentu, ada bakteri dari luar yang masuk. Bakteri dari luar ini bersifat membuat penyakit. Jika bakteri yang baik itu hinggap di tubuh manusia maka akan memberikan manfaat baik. Tetapi jika bakteri dari luar itu masuk ke dalam tubuh adalah bakteri yang jahat dan menyebabkan penyakit, maka bisa dibunuh dengan antibiotik.

Penggunaan antibiotik harus didasari oleh indikasi kuat dalam melihat gejala. Jika sudah ada indikasi kuat pada anak, maka dari bayi baru lahir pun sudah bisa diberikan antibiotik. Tentunya dengan ukuran dan takaran tertentu agar tidak berefek buruk pada bayi. Dan karena antibiotik bukan untuk coba-coba, maka sebelum diberikan antibiotik dokter harus memastikan terlebih dulu mengenai penyakit yang diidap seorang anak. Dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium, secara klinis, amnanesis dan psikis.

Antibiotik hanya diberikan untuk membantu proses kesembuhan anak. Pemberian minimal antibiotik adalah 5 hari. Antibiotik merupakan obat dengan label warna biru. Obat label biru itu sebenarnya bisa dikonsumsi tanpa harus dengan resep dokter. Namun meski berlabel biru, antibiotik tidak boleh dibeli sendiri. Pasalnya, antibiotik adalah zat yang diperuntukkan untuk penyakit tertentu untuk membunuh kuman yang menginfeksi. Jika antibiotik dibeli secara bebas atau digunakan secara bebas rnaka penggunaannya tidak benar. Kalau penggunaan antibiotik dilakukan secara tidak benar maka bakteri yang seharusnya dibunuh menjadi kebal terhadap obat atau resisten. Bakteri yang resisten itu akan lebih berbahaya daripada bakteri yang tidak resisten.

Oleh karena itu di dunia farmasi diputuskan obat antibiotik harus dibeli dengan resep dokter. Biasanya dokter memberikan obat berdasarkan ilmu yang dimilikinya dengan batasan tertentu. Jika obat antibiotik diminum sampai habis maka kemungkinan besar penyakitnya akan sembuh. Namun, jika minum obat antibiotik hanya separuhnya saja atau tidak sampai habis itu adalah salah. Meski gejalanya membaik namun obatnya belum habis, bukan berarti bakterinya sudah mati semua. Kemungkinan ada bakteri yang sudah mati, tetapi sebagian lagi masih dalam proses mati.

Jika meminum obat antibiotik tidak sampai habis, maka bakteri yang belum mati ini akan berkembang biak lagi dan akan kebal dengan obat antibiotik tersebut. Jadi sebaiknya obat antibiotik ini tersebut dihabiskan kecuali setelah minum obat tersebut timbul alergi seperti gatal-gatal, bentol-bentol, dan merah-merah. Jika terjadi reaksi alergi maka pemakaian obat harus di-hentikan dan diganti dengan obat antibiotik yang lain.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
Hijab