Ketahui Penyebab Kesemutan Dan Cara Mengatasinya

Ketahui Penyebab Kesemutan Dan Cara Mengatasinya

Admin
9 Nov 2021
Dibaca : 480x

Kesemutan  seringkali dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Pada saat bagian tubuh terasa kesemutan, hampir setiap orang menganggap hal tersebut adalah hal yang tidak berarti. Ini karena memang kesemutan pada umumnya dapat hilang dalam hitungan detik. Tetapi tahukah Anda jika mengalami kesemutan, itu artinya terdapat saraf-saraf di bagian tubuh yang terasa kesemutan sedang mati. Itulah mengapa sensasi yang terasa pada saat kesemutan disebut dengan mati rasa. Dan selain itu juga bagian tubuh akan terasa kaku, lemah, geli, dingin dan seperti tertusuk jarum. Kesemutaan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia terjadi karena ada saraf yang mendapat tekanan atau akibat peredaran darah pada saraf yang tidak lancar.

Parestesia ini dapat bersifat sementara maupun kronis. Parestesia yang sifatnya sementara seperti yang terjadi ketika duduk sila terlalu lama atau berdiri dengan satu kaki sebagai tumpuan. Gejalanya dapat berangsur menghilang setelah mengganti posisi dan bagian tubuh yang kesemutan tidak lagi mendapat tekanan. Sedangkan parestesia kronis biasanya adalah kesemutan yang terjadi akibat dari trauma saraf, atau karena suatu penyakit kronis yang menyerang jaringan saraf.  Kekurangan vitamin tertentu merupakan penyebab kesemutan kronis. Untuk dapat menghilangkan gejala kesemutan tersebut maka perlu dilakukan diagnosis secara mendalam agar dapat diketahui apa obat kesemutan yang harus dilakukan. 

Pada kondisi yang normal, kesemutan akan hilang dengan sendirinya bila tekanan pada bagian tubuh tertentu sudah berkurang atau jika Anda sudah mengubah posisi tubuh. Misalnya jika Anda duduk bersila terlalu lama maka cobalah untuk berdiri kemudian berjalan sebentar. Atau bila tanpa sadar anda menindih salah satu tangan ketika sedang tidur, cobalah untuk menghilangkan kebas dengan cara menggoyangkan tangan. Cara tersebut memungkinkan suplai darah di bagian tubuh yang terkena menjadi normal kembali sehingga akan menghilangkan sensasi kesemutan secara perlahan. 

Adapun penyebab kesemutan dapat terjadi karena beberapa hal berikut ini, yang di antaranya adalah :

  • Saraf terjepit

Penyebab kesemutan yang paling utama adalah akibat saraf yang terjepit. Dan ini biasanya terjadi karena tangan atau kaki  yang biasanya kesemutan mendapatkan begitu banyak tekanan dalam waktu yang lama, sehingga saraf-saraf yang ada di dalamnya menjadi terjepit. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan.

  • Sindrom Raynaud

Penyebab kesemutan lainnya adalah penyakit Raynaud. Penyakit ini mempengaruhi pasokan darah ke area tertentu pada tubuh, seperti jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini khususnya menyerang saat penderita sedang stres, gelisah, atau berada di ruangan bersuhu dingin. Kesemutan ini sifatnya hanya sementara dan bisa mereda dengan sendirinya jika kamu membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar.

  • Kekurangan Asupan Vitamin

Penyebab kesemutan selanjutnya adalah kekurangan asupan vitamin. Fungsi saraf ditunjang oleh berbagai asupan vitamin seperti vitamin B1, vitamin E, Vitamin B12, serta vitamin B6. Bila asupan berbagai vitamin tersebut tidak terpenuhi, maka fungsi saraf akan terganggu dan bahkan bisa mengakibatkan kerusakan saraf. Hal inilah yang juga bisa menjadi penyabab kesemutan. Untuk mengatasi penyebab kesemutan karena kekurangan asupan vitamin ini, kamu bisa memperbanyak konsumsi sumber vitamin seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu, sayur dan buah juga bisa menangkal efek buruk dari radikal bebas yang dapat berkembang menjadi penyakit yang berbahaya.

  • Repetitive Strain Injury (RSI)

RSI sering kali menimbulkan kesemutan pada pergelangan tangan, tangan, siku, leher, dan bahu. RSI timbul apabila seseorang melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama tanpa istirahat, dan biasanya berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.

  • Kecemasan

Kecemasan juga dapat menjadi penyebab kesemutan, terutama pada kaki, akibat hiperventilasi. Keadaan bernafas secara cepat ini menyebabkan ketidakseimbangan antara kadar oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh, sehingga menimbulkan kesemutan.

Penyebab kesemutan lainnya dapat terjadi karena gaya hidup seperti minum alkohol berlebihan. Tanpa disadari meminum alkohol secara berlebihan dapat mengakibatkan jaringan saraf di dalam tubuh mengalami kerusakan. Sehingga lama kelamaan akan menyebabkan saraf tepi yang bertugas mengirimkab sinyal ke otak serta organ dan jaringan lainnya di tubuh menjadi terluka. Situasi demikian akan menimbulkan rasa sakit dan kebas pada tangan dan kaki seperti kesemutan karena saraf perifer sudah mengalami kerusakan.

Pada beberapa kasus, kesemutan bisa menjadi gejala dari kerusakan saraf yang biasa dikenal sebagai neuropati. Di mana saraf mengalami kerusakan berada jauh dari system saraf pusat, otak, dan tulang belakang. Neuropati paling sering menyerang saraf pada tangan atau kaki dan jika tidak diperhatikan, kerusakan saraf tersebut dapat berkembang menjadi gangguan mobilitas, bahkan kecacatan. Konsumsi kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti rasa kebas, tangan kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan.

Studi ini menunjukkan bahwa gejala neuropati seperti tangan kesemutan, kebas, kram dapat diredakan hingga 63% dalam 3 bulan jika mengkonsumsi kombinasi vitamin neurotropik yang mengkombinasikan antara vitamin B1, vitamin B6 dan B12. Pada hasil studi juga ditemukan bahwa kombinasi vitamin neurotropik memiliki profil toleransi yang baik sehingga aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Adalah Neurobion sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat lebih lama. 

Studi klinis Nenoin yang telah dipublikasikan di Asian Medical Journal of Science menunjukkan bahwa konsumsi vitamin neurotropik (yang merupakan kombinasi vitamin b kompleks) secara rutin dapat menurunkan gejala-gejala neuropati hingga 63%. Mengkonsumsi vitamin B kompleks yang merupakan kombinasi vitamin B1, vitamin B6 dan vitamin B12 secara rutin selama 14 hari, gejala neuropati seperti tangan kesemutan, rasa kebas atau kram akan mulai terasa perbedaannya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Kamu Suka Raisa atau Isyana?
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2022 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2022 GueBanget.com
All rights reserved