Tutup Iklan
glowhite
Kiat Perangi Mata Malas Sejak Dini

Kiat Perangi Mata Malas Sejak Dini

Maman Soleman
22 Jul 2018
Dibaca : 338x

Mata malas (lazy eyes) atau amblyopia adalah penurunan penglihatan pada satu atau kedua mata karena perkembangan penglihatan yang abnormal pada masa bayi dan anak-anak. Pada penderita amblyopia, nyaris tidak ditemukan masalah pada mata secara kasatmata, terkecuali mata yang juling.

Penurunan penglihatan terjadi pada kasus ini karena jaringan saraf antara otak dan mata tidak terstimulasi dengan baik. Otak lantas belajar untuk hanya melihat gambar yang kabur melalui mata yang terkena amblyopia, meskipun sudah mengenakan kacamata. Hasilnya, otak hanya mengerahkan kinerja satu mata saja, yang masih bisa melihat dengan baik, karena gambar yang ditangkap oleh mata amblyopia sering kali tidak jelas.

Kasus mata malas tengah jadi sorotan dan tengah berusaha diperangi. Kasus ini banyak ditemukan pada anak-anak yang baru masuk bangku sekolah dasar. Salah satu dampak kelainan ini adalah mengganggu kegiatan belajar-mengajar karena terganggunya fungsi penglihatan.

Mata yang terlambat memakai kacamata, retina matanya tidak terlatih sehingga penglihatannya tetap tidak baik walaupun sudah memakai kacamata, lensa kontak, atau operasi. Mata malas terjadi pada peaode kritis perkembangan penglihatan anak, yakni antara 0-7 tahun. Periode ini sangat menentukan baik buruknya penglihatan seseorang hingga usia dewasa.

Oleh karena itu, jika terjadi gangguan atau ditemukan kelainan pada penglihatan pada periode ini, harus segera diperbaiki atau diterapi. Jika ada keterlambatan bisa menyebabkan dampak buruk pada penglihatan, yang paling besar adalah kebutaan seperti low vision.

Mata malas terjadi karena ada kelainan saat refraksi pada lensa mata. Jatuhnya pembiasan sinar tidak tepat pada titik fokus (fovea) yang terletak di retina mata. Namun, saat dibantu dengan kacamata, ada yang tidak sinkron antara otak dan mata sehingga penglihatan masih saja tidak jelas.

Penyebabnya bisa beragam. Antara lain karena adanya kelainan refraksi, mata juling yang disebabkan ada masalah pada otot mata, serta adanya sumbu penglihatan yang terhalangi oleh media refraksi yang keruh. Tidak ada gejala-gejala khusus yang menunjukkan seorang anak menderita mata malas. Namun, kelainan ini terjadi biasanya menimbulkan perubahan perilaku melihat pada anak seperti sulit membaca dari jauh atau menonton televisi dari jarak dekat.

Terapi untuk mata malas yang paling baik adalah memeriksakan kondisi mata anak sedari dini. Biasanya, anak akan disarankan mengenakan kacamata untuk memperbaiki kelainan refraksinya. Setelah tiga bulan, akan dilakukan observasi serta evaluasi visual outcome-nya. Jika belum seratus persen, maka akan diresepkan pergantian lensa kacamata (bisa plus atau minus).

Setelah itu, dokter akan mencari mata yang malas dan dominan saat melihat. Jika ada salah satu yang dominan, mata dominan ini akan ditutup beberapa saat (sesuai dengan anjuran dokter mata). Tujuannya untuk melatih mata yang malas agar bisa fokus. Jika tidak begini, nanti mata yang malas tidak akan terlatih. Ini sudah seperti fisioterapi pada mata. Karena jika tidak dilatih, mata bisa terkena atropi (penyusutan otot atau saraf).

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab