Tutup Iklan
JusKulitManggis
Opak Cipeujeuh, Cendera Mata Ekslusif dari Kabupaten Garut

Opak Cipeujeuh, Cendera Mata Ekslusif dari Kabupaten Garut

Maman Soleman
2 Jul 2018
Dibaca : 407x

Opak adalah sejenis penganan tradisional masyarakat Sunda. Terbuat dari tepung beras ketan, penganan itu melalui beberapa proses pengolahan hingga menjadi opak mentah. Proses paling akhir adalah menjadikan opak itu masak, siap saji, siap dimakan, dengan cara disangrai, yaitu dimasukkan ke dalam kuali besar yang telah diisi pasir lembut dan dipanaskan di atas tungku tempat menyalakan api dengan menggunakan kayu bakar.

Hampir di setiap daerah di Jawa Barat, terdapat sentra pembuatan dan perdagangan opak. Ada yang terkenal dan diproduksi besar-besaran, ada yang kecil-kecilan bersifat lokal, bahkan hanya sebatas lingkungan dan keperluan tertentu.

Salah satunya, opak cipeujeuh, yaitu opak buatan Kampung Cipeujeuh, Desa Ciwangi, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut. Walupun sudah muncul sejak abad ke-18, menyandang popularitas lumayan, opak cipeujeuh tidak diproduksi secara massal. Hanya sebatas industri rumah tangga yang bersifat sewaktu-waktu pula. Padahal, banyak konsumen merasa ketagihan oleh kegurihan opak cipeujeuh yang ekslusif itu.

Peziarah yang berkunjung ke makam Sunan Rumenggong, di Kampung Poronggol, Desa Ciwangi, pasti mencari opak cipeujeuh untuk oleh-oleh. Caranya harus memesan dulu kepada beberapa pembuat opak cipeujeuh yang seolah-olah pasif mencari pelanggan.

Berdasarkan folklor (cerita rakyat), opak cipeujeuh semula merupakan makanan khusus untuk seba (persembahan) kepada Kanjeng Dalem Limbangan, Wangsadita I (1726-1740). Ia merasa kalandep (tergugah selera) oleh opak cipeujeuh yang gurih renyah. Ia pun berpesan agar opak tersebut terus dibuat dan mutu cita rasanya dipertahankan.

Oleh karena itu, opak cipeujeuh mampu bertahan hingga sekarang. Menjadi salah satu cendera mata khas para pengunjung wisata ziarah di kawasan utara Garut itu. Pesan Kanjeng Dalem dianggap sebagai berkah sehingga opak cipeujeuh mampu bertahan lintas abad.

Tentu dengan risiko sampingannya, seperti mempertahankan tanaman padi ketan, menjaga kelestarian pohon kelapa dan pohon enau. Sebab untuk membuat opak cipeujeuh diperlukan bahan baku ketan, santan kelapa, dan gula kawung asli yang rasanya manis. Kalau semua itu sudah tidak ada, opak cipeujeuh juga tak akan ada.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab