Pendidikan Anak Untuk Jawab Tantangannya di Masa Depan

Pendidikan Anak Untuk Jawab Tantangannya di Masa Depan

Dika Mustika
24 Apr 2018
Dibaca : 332x

Aku pernah mengikuti sebuah pertemuan dengan pemerhati pendidikan. Di sana dibahas topik yang sungguh menarik. Topik bahasannya adalah bagaimana pendidikan bisa menyiapkan anak agar dapat menghadapi tantangan di zamannya kelak. Semula aku masih agak bingung mengenai topik ini. Yang ada di benak adalah, bagaimana bisa menyiapkan untuk masa depan ya, sedangkan bagi anak-anak, hidup di masa kini saja mereka masih perlu banyak disiapkan oleh dunia pendidikan. Tapi, jangan salah, kebingungan itu terjadi bukan hanya padaku. Justru kebingungan itu adalah salah satu alasan mengapa ada pertemuan tersebut.

 

Kami diminta untuk flash back ke masa lalu dan diminta untuk memikirkan masa sekarang pada saat yang sama. Kami diminta untuk menyebutkan apakah kendala yang dirasa cukup signifikan di masa sekarang yang kami alami. Kemudian kami memikirkan lagi, apakah kami bisa ‘menaklukan’ kendala hidup tersebut? Jika jawaban kami ‘ya’, kami menggunakan keterampilan apa atau sikap apa yang kami lakukan di saat tersebut.  kami juga diminta untuk mengingat dari mana kami ‘mendapatkan’ keterampilan dan sikap tersebut. Terbayang? Kami bisa menaklukan masa kini berkat keterampilan dan sikap yang kami ‘dapatkan’ sebelumnya (baca: masa lalu). Analoginya adalah kurang lebih seperti itu, apa yang bisa dibekalkan untuk anak-anak dari dunia pendidikan agar ia dapat survive dan menaklukan masa depannya kelak. Karena keterampilan dan sikap itu perlu dikembangkan, bukan muncul instan begitu saja.

 

Akhirnya kami pun melakukan diskusi mengenai masalah yang kami prediksikan akan dialami anak kelak. Bermula dari itu lah, kami kemudian mencoba memetakan kebutuhan anak (keterampilan dan sikap) untuk bisa atasi (prediksi) kehidupannya kelak. Nah, yang menarik, akar dari survivenya seseorang (anak maupun orang dewasa) yang utama adalah keyakinan pada Tuhan. Dengan ia yakin akan Tuhannya, ia pun akan paham mengenai tujuan hidupnya, ini jugalah yang akan menuntunnya bisa memiliki berbagai strategi untuk menjalankan hidupnya. Strategi ini berupa keterampilan berpikir, keterampilan penelitian, keterampilan berpikir kritis, dan berbagai keterampilan lainnya. Juga ada sikap empati, menghargai, pantang menyerah, juga sederetan sikap lainnya. Intinya keyakinan pada Tuhan, pemahaman sosial, dan juga sains ternyata yang bisa menjadi bekal untuk anak.

 

Nah, kalau dikaitkan dengan keseharian. Jadi terpikir bentuk sayang pada anak haruslah tepat. Contoh sederhana saja, jika misal: menemui anak, saudara, keponakan, tetangga yang kesulitan membuka tempat makannya. Coba tanya dahulu, “Kira-kira mengapa tempat makanmu sulit dibuka ya?”. Misal ia menjawab, “Karena tanganku licin.” Tanyakan kembali, “Bagaimana upaya kamu bisa membukanya dong ya?” Memang, yang sering terjadi adalah orang dewasa sering langsung mengambil alih kesultan yang dihadapi anak. Jika itu terjadi, kapan anak bisa memperoleh keterampilan membuka kotak makan dong? Yuk, bekali anak dengan keterampilan dan sikap yang bisa ‘menguatkannya’ bukan hanya di masa kini saja, namun di masa depannya kelak, dimulai dari hal-hal dalam keseharian!

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved