Tutup Iklan
hijab
Sudah Berusia Remaja, tapi Belum juga Menstruasi?

Sudah Berusia Remaja, tapi Belum juga Menstruasi?

Zeal
27 Feb 2018
Dibaca : 1089x

Menstruasi pertama dalam istilah medis sering disebut dengan “menarche”, dimana terjadi perdarahan pertama pada rahim seorang remaja putri. Adanya menarche menandakan bahwa seorang remaja putri telah memasuki tahap kedewasaan, khususnya dalam organ seksualnya. Namun ternyata, ada juga beberapa anak yang sudah berusia remaja, tapi tak kunjung menstruasi. Padahal rata-rata usia pada menstruasi pertama ialah terjadi sekitar usia 9-16 tahun. Jika ternyata sudah sampai usia 17 tahun ke atas belum juga terjadi menstruasi, maka hendaknya segera dikonsultasikan ke dokter. Namun jikalau anak belum berusia 17 tahun, maka sebagai orang tua tidaklah perlu khawatir. Karena memang pada dasarnya setiap anak itu memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda, sehingga terkadang menstruasi pun mengalami keterlambatan.

Sebagaimana dilansir dari hellosehat.com, setidaknya ada 7 faktor mengapa anak terlambat mestruasi pertama, yakni sebagai berikut:

Keturunan

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, begitulah mungkin peribahasa dalam hal ini. Karena memang biasanya anak perempuan akan mulai mengalami menstruasi pada usia yang tidak berbeda jauh dengan ibu, nenek dan saudara perempuannya dahulu saat pertama kali menstruasi. Sehingga ketika masih dalam kisaran usia yang normal, yakni dibawah 17 tahun, maka tidaklah perlu khawatir jika tak kunjung mestruasi.

Pengobatan

Faktor obat-obatan yang tengah dikonsumsi pun ternyata dapat mempengaruhi usia terjadinya menarche. Sebagaimana dalam penelitian yang diliris pada Journal Clinical Endocrinology Metabolism menunjukan, bahwasanya pengobatan dengan menggunakan metformin pada pasien diabetes yang berusia 8-12 tahun, dapat memberikan efek terlambatnya usia mestruasi pertama. Pun juga obat-obatan lainnya dapat mempengaruhi siklus hormon pada anak perempuan, yang salah satu efeknya dapat mempengaruhi waktu terjadinya menstruasi pertama mereka.

Lemak tubuh

Seorang anak yang mengalami kekurangan lemak tubuh akan yang menyebabkan usia menarche menjadi lebih lambat. Karena ketika seorang remaja putri melakukan diet ketat, hal itu akan berisiko mengalami penurunan lemak. Pun juga lemak dalam jumlah yang pas akan diperlukan oleh tubuh untuk mengatur kadar hormon. Sebagaiman dalam penelitian yang tercantum di jurnal Pediatrics mengungkapkan bahwa kadar lemak anak perempuan yang menginjak usia 5-9 tahun memang terdapat kaitan dengan waktu menstruasi pertamanya. Menarche akan mengalami keterlambatan jika kadar lemak terlalu sedikit.

Hormon

Sebagaimana dilansir dari Pediatric Endocrinology, kurangnya hormon LH dan FSH ataupun hormon gonadotropin dalam tubuh bisa menjadi penyebab haid pertama menjadi terlambat. Karena hormon LH dan FSH ini dapat menstimulasi perkembangan gonad, yakni organ yang berfungsi dalam proses reproduksi, tepatnya pada bagian vagina. Hormon LH dan FSH sendiri berasal dari kelenjar pituitari yang ada di otak.

Kurang beraktifitas fisik

Datangnya menstruasi pertama ternyata berkaitan erat dengan aktivitas fisik dan perilaku sedenter. Sebagaimana dalam jurnal Osong Public Health and Research Perspectives pada tahun 2016, menyatakan bahwa ketika seseorang kurang bergerak aktif, maka hal tersebut akan menurukan kadar hormon melatonin. Kondisi tersebut pun dapat mengacaukan sinyal di otak, dimana hormon melatonin tersebut salah satunya berfungsi untuk memerintahkan tubuh dalam tumbuh kembang reproduksi secara keseluruhan, termasuk pula kapan terjadinya menstruasi pertama.

Tinggi badan

Faktor lainnya dalam hal keterlambatan menstruasi pada anak ialah tinggi badan, dimana anak mengalami stunting akibat kekurangan gizi yang terlalu lama, hingga akhirnya mempengaruhi perkembangan reproduksi saat memasuki remaja. Anak yang mengalami stunting cenderung akan tetap menjadi pendek selama menjalani masa remaja dan dewasa. Pun juga mempengaruhi perkembangan reproduksi saat ia menginjak masa pubertas.

Sebagaimana dalam jurnal Penelitian Gizi dan Makanan tahun 2012, menunjukkan bahwa remaja yang berstatus gizi stunting ataupun pendek akan mengalami menarche lebih lambat dari remaja yang berstatus gizi normal. Apabila ditinjau dari jumlahnya, remaja pada usia 10-15 tahun yang berkelompok tinggi badan normal mendapati angka 54,3% persen telah mengalami haid pertama. Adapun pada kelompok remaja yang berusia 10-15 tahun yang tengah mengalami stunting, hanya mendapat anak 37,8 persen yang telah mengalami menarche.

Hal ini menunjukkan bahwa seorang anak perempuan yang mempunyai postur tinggi cenderung memiliki tingkat kematangan seksual lebih cepat dari pada anak perempuan yang lebih pendek. Hal ini dikarenakan anak perempuan yang berpostur tinggi memiliki status gizi yang lebih baik, sehingga kondisi tersebut pun akan memacu pertumbuhan hormone, pun juga memacu datangnya haid pertama.

Status sosial ekonomi

Berkaitan dengan status gizi diatas, maka status sosial ekonomi dalam keluarga pun dapat mempengaruhi usia menarche. Karena ketersedian pangan di rumah tangga akan mempengaruhi status gizi anak perempuan. Sebagaimana dalam penelitian pada Jurnal American Science tahun 2012 menunjukan bahwasanya rata-rata usia menarche remaja di kota Mansoura, Mesir ialah 12,14 tahun. Angka tersebut lebih banyak terjadi pada anak perempuan usia 12 tahun yang mempunyai tingkat sosial ekonomi tinggi dan menengah dari pada anak perempuan 12 tahun pada tingkat sosial ekonomi rendah. Artinya ketersediaan sumber makanan dalam setiap tingkatan status sosial ekonomi akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak di masa pubernya. Dengan kata lain kurangnya asupan zat gizi protein, lemak, vitamin, dan mineral akan memperlambat usia menstruasi pertama anak. [De/Red]

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes