Abdi Dalem Keraton? Siapa Ya Mereka Sebenarnya?

Abdi Dalem Keraton? Siapa Ya Mereka Sebenarnya?

Zeal
7 Jan 2018
Dibaca : 2190x

Yogyakarta adalah kota yang masih kental dengan suasana dan tradisi keratonnya. Daerah yang istimewa ini merupakan salah satu daerah yang masih menjunjung tinggi nilai kebudayaan. Semua ini dapat dilihat apabila Anda masuk ke dalam Keratonnya, Anda akan melihat banyak abdi dalem yang bekerja mengabdikan dirinya di Keraton. Sebenarnya Siapa ya Abdi Dalem Di Keraton? Darimanakan Asal Mereka? Yuu Kepoin!

Tidak Pernah Dibuka Lowongan Untuk Pekerjaan Ini Oleh Keraton

Ternyata pihak keraton tidak pernah membuka lowongan untuk pekerjaan ini loh sobat. Sampai saat ini keinginan untuk menjadi abdi keraton selalu datangnya melalui permohonan atau pengajuan diri. Syarat untuk menjadi abdi keraton ini cuma satu, namun syarat ini mutlak. Syaratnya adalah memiliki kelakuan baik atau punya tata karma yang baik serta bisa duduk di bawah dengan bersila. Posisi duduk seperti ini bukan berarti merendah loh sobat, melainkan posisi duduk seperti ini menunjukkan kerendahan hati dan tidak sombong.

Ada dua jalur untuk masuk dalam kategori abdi dalem yang perlu dipahami. Abdi keraton Yogyakarta dibedakan menjadi dua yakni abdi dalem Keprajan dan Punakawan. Abdi dalem Keprajan yang biasa bertugas di dinas atau instansi pemerintahan. Sedangkan abdi dalem Punakawan hanya bertugas di keraton saja. Nah jenis abdi dalem yang kedua ini masih dibagi lagi ke dalam dua golongan yaitu yang bertugas harian di kantor keraton dan ada yang tidak wajib masuk setiap hari. Abdi dalem dapat dipilih dari rakyat biasa dan bisa juga dari golongan ningrat atau yang memiliki darah keturunan keraton. Karena hal inilah gelar dan pangkat akan berbeda.

Dress Code yang Khas

Dapat dilihat bahwa pakaian para abdi dalem keraton memang memiliki ciri khas tersendiri. Tahukah Anda kalau pakaian yang digunakan oleh abdi dalem memiliki dua macam walaupun terlihat sama. Kedua pakaian ini wajib dipakai.

Seragam yang pertama disebut Sikep Alit. Seragam ini digunakan untuk busana sehari-hari. Pakaian ini terdiri dari kain batik sawitan, baju hitam dengan bahan laken, selop hitam, keris, dan blangkon. Baju abdi dalem ini benar-benar khas, sampai-sampai kancingnyapun terbuat dari bahan khusus yaitu dari tembaga atau kuningan yang disepuh emas dan harus berjumlah tujuah atau sembilan. Keris juga harus diletakkan di pinggang bagian kanan. Wow benar-benar memiliki ciri khas ya sobat.

Nah, pakaian yang kedua yaitu Langeran, digunakan untuk perhelatan khusus. Pakaian ini terdiri dari kain batik, keris, selop, blangkon yang sama. Namun, model pakaian ini terdiri dari baju bukakan  dengan bahan laken, kemeja putih, dan dari kupu-kupu putih. Kemeja yang terlihat berkerah berdiri dan dasi yang dipakai akan menambah kesan formal sesuai dengan acara-acara penjamuan makan malam ataupun event-event  special yang ada di Keraton Yogyakarta. Wah semakin menari ya sobat.

Gaji Hanya 15 Ribu Rupiah

Benar-benar mengabdi ya sobat. Mereka yang mengajukan diri menjadi abdi dalem benar-benar mengabdikan dirinya untuk keraton. Padahal gaji mereka hanya 15 ribu per bulan saja sobat. Selain itu, pengambilan gajinyapun harus melalui beberapa tahap. Diantaranya adalah tahap Sowan Bekti yaitu seseorang dilatih untuk benar-benar siap dan ikhlas. Kemudian magang, tahap ini dilakukan setelah melewati tahap Sowan Bekti selama empat tahun. Wah lama sekali kan sobat.

Bukan Persoalan Gaji Namun Ini Tentang Hati

Para abdi dalem menganggap bahwa profesi ini adalah berkah yang luar biasa atas pengabdian mereka. Mereka percaya kalau menjadi abdi dalem akan banyak berkah dari keraton seperti berkah kehidupan, rejeki, anak, dan lain sebagainya. Kedekatan dengan sultan dan jajarannya juga merupakan suatu kebanggan untuk mereka dan merekapun mendapatkan pelatihan supaya benar-benar memahami semua adat dan aturan keraton. Selain itu, merekapun akan mendapatkan gelar. Untuk yang memiliki hubungan darah dengan keturunan keraton akan mendapat gelar Raden dan yang berasal dari luar keraton akan mendapat gelar Mas Bekel, Mas Rono, dan Mas Lurah.

Lebih menarik lagi nih sobat. Ternyata mereka para abdi dalem keraton tidak menggunakan gajinya. Mereka menyimpan dan menjaga uang hasil pekerjaannya itu yang dianggap sebagai tanda kasih dari Sultan. Namun, ketika keadaan terdesak merekapun menggunakan uang gaji itu.

Banyak kewajiban seorang abdi dalem, diantaranya mengikuto upacara adat, membersihkan museum Keraton, melakukan administrasi pemerintah Keraton. Adapun hukuman untuk mereka yang suka bolong dalam kehadirannya adalah terhambat dalam kenaikan pangkat. Kenaikan pnagkat akan lebih lama dari waktu normalnya. Dimana waktu normalnya adalah 4-5 tahun.

Nah sobat, menjadi seorang abdi dalem tidaklah mencari julah nominal uang upah atau gaji yang didapat. Melainkan adalah sebuah keikhlasan untuk mengabdikan dirinya menjadi seorang abdi dalem dalam memelihara Keraton. [Nsw/Red]

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Kamu Suka Raisa atau Isyana?
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved