Tutup Iklan
TokoBatik
Apakah Jatuh Cinta Hanya Dirasakan Hati?

Apakah Jatuh Cinta Hanya Dirasakan Hati?

Dika Mustika
12 Nov 2017
Dibaca : 40x

“Cinta itu tak ada logika....” ,  “Cinta itu buta...”, atau “Cinta itu bikin gila...” Itu adalah  lirik lagu yang menggambarkan situasi-situasi ketika seseorang sedang jatuh cinta. Apakah jatuh cinta itu hanya masalah hati? Apakah benar seperti itu ya? Yuk, kita coba intip proses jatuh cinta jika ditinjau dari sudut ilmiah, untuk membuktikan apa benar cinta itu buta, apa benar cinta itu bisa bikin gila? dan berbagai sisi lain dari efek jatuh cinta.

Ketika sedang merasakan jatuh cinta, seseorang akan mengalami perubahan kondisi hormonal yang membuat suasana hatinya bergejolak tidak karuan. Menurut penelitian, proses jatuh cinta ini terjadi melalui 3 tahapan, dimulai dari adanya gairah, ketertarikan, dan berakhir dengan komitmen.

Hormon yang bekerja di tahap awal (gairah) adalah testosteron dan estrogen. Hormon ini berperan dalam mengawali sebuah hubungan yang bermotif seksual dan emosional.

Hormon yang bekerja di tahap selanjutnya (ketertarikan) adalah hormon dopamin, adrenalin, dan serotonin.

Rasa cinta itu akan mengaktifkan respon stres, yaitu merangsang peningkatan kadar adrenalin. Hal itu bisa memicu efek yang menarik. Misalnya, tanpa sengaja kamu bertemu dengan pujaan hati, jantungmu berdebar lebih kencang atau keringat dingin mengucur.

Dopamin memicu rasa senang. Ketika hormon ini bekerja, kamu akan merasa lebih cantik atau tampan saat sedang jatuh cinta. Kebiasaanmu akan berubah drastis. Misal, dari yang awalnya tidak pernah berdandan, jadi ingin berdandan terus menerus. Hormon ini pula yang bertanggung jawab atas perilaku kita yang tak bisa berhenti memikirkannya. Semua akan kita lakukan dan berikan, asalkan bisa bersamanya. Bahkan hingga lupa makan atau tidur. Inilah mungkin yang disebut cinta itu membutakan.

Nah, sedangkan yang membuat seseorang yang sedang jatuh cinta susah tidur atau membuat mood kita tidak stabil, adalah  produksi serotonin yang menurun. Serotonin juga berfungsi dalam menstabilkan mood. Hormon ini menurun saat kita jatuh cinta. Itu yang membuat mood kita sering berubah-ubah kalau sudah berhubungan dengan si dia. Kadang bisa marah-marah karena dia tak kunjung membalas chat dan langsung berubah riang saat dia menelpon. Serotonin juga penyebab mengapa kita sering mengecek HP apakah dia mengirim chat atau menelpon kita.

Hormon yang bekerja di tahap komitmen adalah oksitosin dan vasopresin. Dua hormon ini berhubungan dengan reproduksi.

Kedua hormon inilah yang menjaga kesetiaan pasangan hingga hubungan bisa lanjut hingga ke pernikahan dan menjaga kelangsungan hidup berumah tangga setelahnya.

Sudahkah menemukan jawaban ilmiah atas situasi-situasi hati dan pikiran yang kamu rasakan ketika jatuh cinta?

Nah, bagaimana apakah jatuh cinta itu hanya masalah hati?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2017 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2017 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
CreamPemutih