Tutup Iklan
Dswiss
Bekali Anak dengan Bahagia!

Bekali Anak dengan Bahagia!

Dika Mustika
3 Nov 2017
Dibaca : 134x

Ada sebuah kuotes yang menyebutkan,” Ajarilah anakmu bagaimana menghitung nikmat, bukannya matematis!” Awalnya aku juga belum memahami apa maksudnya, tapi setelah aku mendengarkan curhatan seorang teman tentang anaknya, aku jadi paham makna kuotes tersebut. Temanku curhat bahwa ia khawatir jika anaknya tidak bahagia di sekolah. Karena sekolah zaman sekarang, dikhawatirkannya lebih menitikberatkan pada aspek akademis, tanpa memperhatikan kebahagiaan anaknya. Sementara di luar sana tuntutan kehidupan semakin tinggi. Tak terbayangkan bagaimana kehidupan ketika anaknya ada di usia kerja kelak. Nah. Karena itulah temanku ingin agar anaknya bisa menjawab kebutuhan era ketika anaknya dewasa kelak dan tentunya ia juga tak ingin anaknya merasa stres karena harus menjawab berbagai tuntutan-tuntutan yang mungkin ada.

 

Memang butuh usaha untuk menemukan sekolah yang bisa menfasilitasi kedua hal tersebut. Namun, untuk menyiasatinya sedari dini, ayah dan bunda bisa kok melakukannya. Tak perlu menunggu menemukan sekolah yang tepat dulu, tapi bisa dilakukan dari rumah lho!

 

Penuhilah kebutuhan pokok mereka

Dengan terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, fisik anak akan tumbuh sesuai dengan perkembangan usianya.

 

Penuhilah kebutuhan afeksinya

Kebutuhan ini tak kalah pentingnya dengan kebutuhan fisik anak. Anak akan sehat jiwanya jika kebutuhan kasihsayangnya terpenuhi dengan baik. Ajak anak bermain, berdiskusi, berkegiatan bersama dengan ayah bunda. Ada banyak hal yang akan diperoleh anak jika kebutuhan ini terpenuhi dengan baik. Ia akan belajar menyayangi, empati, dan peka terhadap diri juga lingkungannya. Sebagai ayah dan bunda, berikanlah model yang baik bagi anak, ia akan belajar menghadapi hidup dari kasihsayang lingkungannya, ia akan belajar berpikir posistif melalui lingkungan juga. Lingkungan terdekatlah yang akan membentuk kepribadian anak. Kelak, ia akan menyelesaikan konflik hidupnya, juga berdasarkan bekal pengalamannya ketika di waktu kecil.

 

Biarkan anak berekspresi

Dengan anak terbiasa berekspresi, ia akan tumbuh menjadi anak yang berani sekaligus peka rasa. Melalui ekspresinya, ia akan mengenali diri dengan baik dan juga peka mengapresiasi diri dan juga oranglain. Tak perlu banyak beri batasan, selama ekspresi dirinya aman dan juga tidak melanggar norma. Biarkan ia merasakan sendiri, kapan ia ‘berhenti’ . Dengan memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi, ia akan dapat menuangkan berjuta ide kreatif yang dimilikinya. Biarkan ia menentukan tujuannya dan biarkan juga ia menemukan jalan untuk ia dapat mencapai tujuannya melalui kegiatan berekspresi ini.   

 

Biarkan ia tumbuh mandiri

Bentuk sayang orangtua tentunya haruslah dalam porsi yang pas agar kelak anak dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri. Mengapa anak harus mandiri? Bayangkanlah suatu hari nanti anak ayah bunda tak mungkin selamanya ‘lengket’ pada Anda. Justru jika kelekatan ini tidak sehat, nantinya anak Anda akan stres ketika jauh dari ayah bunda yang selalu membantunya melakukan apapun. Anak mandiri tentunya akan lebih bahagia karena ia bisa ‘menjalankan’ dirinya dan juga menyelesaikan konflik-konfliknya walaupun mungkin adakalanya tidak di samping orangtuanya.

 

Ajari ia untuk selalu bersyukur

Biasakan anak untuk selalu berterimakasih kepada Tuhan atas apa yang dimilikinya. Dengan ia terbiasanya mensyukuri apa yang dimilikinya, ia akan dapat melihat hal positif dalam berbagai episode hidupnya. Hindarkanlah dari sikap mengeluh dengan mencoba mengambil hikmah dari kejadian apapun. Dengan begitu anak akan selalu optimis dan semangat dalam  menjalani hari-harinya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2017 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2017 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes