Berterus Terang Melakukan Dosa, Bolehkah?

Berterus Terang Melakukan Dosa, Bolehkah?

Zeal
9 Feb 2018
Dibaca : 1103x

GueBanget.com - Setiap manusia tidak akan lepas dari dosa dan kesalahan. Setiap harinya pasti ia akan melakukan dosa, baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Namun bolehkah kita berterus terang kepada orang lain bahwa kita telah melakukan dosa? Mengenai hal ini, kita simak terlebih dahulu Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar r.a. , beliau berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

“Wahai sekalian manusia, aku telah mengingatkan kalian semua untuk berhati-hati pada batasan-batasan Allah. Barangsiapa yang terjerumus dalam perbuatan jelek, hendalah ia menutupi dirinya dengan tirai Allah. Karena barangsiapa yang memberitahukan perbuatannya kepada kami, maka kami pasti akan menegakkan ketetapan hukum Allah atasnya” (HR. Ath-Thahawi dalam Syarh Musykil Al-Atsar, 11: 86; Al-Hakim, 4: 244; Al-Baihaqi, 8: 330)

Dari hadits diatas kita ambil pemahaman bahwa wajib hukumnya seorang hamba menjauhi dan mewaspadai dari perbuatan maksiat. Kemudian jika seseorang telah terjerumus dalam kemaksiatan, maka hendaklah ia tutup perbuatan tersebut dengan tirai Allah, janganlah dia tampakkan perbuatan maksiat yang ia lakuka, lalu sesegera mungkin untuk bertaubat.

Para ulama berpendapat bahwa siapa saja yang telah terjerumus dalam kemaksiatan atau terjerumus dalam perbuatan dosa yang seharusnya mendapat hukuman hadd, maka hendaklah ia menutupi dirinya dari perbuatan tersebut dan segeralah bertaubat. Cukuplah Allah SWT dan dirinya yang mengetahui perbuatan maksiat dan dosa yang pernah diperbuatnya. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, dimana Nabi SAW telah bersabda,

“Jika Allah menutupi dosa seorang hamba di dunia, maka Allah akan menutupinya pula pada hari kiamat “(HR. Muslim, no. 2590)

Dalam Hadits lain, Abu Hurairah r.a pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap umatku itu dimaafkan terkecuali orang yang dengan terang-terangan dalam bermaksiat. Yaitu seseorang yang telah berbuat dosa pada malam hari lantas kemudian di pagi harinya ia berkata bahwa dia telah berbuat dosa ini dan itu, padahal Allah telah menutupi dosanya. Pada malam hari, Allah telah menutup aibnya, namun ketika di pagi hari ia membuka aibnya sendiri yang telah Allah tutupi” (HR. Bukhari, no. 6069 dan Muslim, no. 2990).

Dari dua hadits diatas memberikan penjelasan kepada kita bahwa jika Allah telah menutupi dosa-doa kita, maka hendaklah jangan ditampakkan. Siapa saja yang menampakkan kemaksiatannya dan terdapat bukti yang jelas, maka ia mendapat penegakan hukum Allah SWT.

Pada hakikatnya Semua perbuatan maksiat merupakan “qodzurat” atau sesuatu yang jelek.sehingga kita wajib menutupinya dan bersegeralah untuk bertaubat. Semoga Allah SWT menutupi setiap dosa yang kita lakukan dan memberikan taufik kepada taufik untuk segera melakkan taubat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Kamu Suka Raisa atau Isyana?
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved