Ketahui 3K dan 3M syarat menjadi Sarjana PGSD yang Paripurna!

Ketahui 3K dan 3M syarat menjadi Sarjana PGSD yang Paripurna!

Zeal
15 Sep 2017
Dibaca : 818x

Lulusan atau sarjana paripurna adalah sarjana lengkap atau sarjana penuh yang tidak sekadar menjadi sarjana formalitas yang hanya mengandalkan ijazah dan transkrip nilai. Herimanto dan Winarno dalam Ilmu Sosial & Budaya Dasar (cetakan ke 3, 2010, hal. 10-11) menyatakan, sarjana paripurna adalah sarjana lulusan perguruan tinggi (PT) program strata satu (S-1) yang memiliki tiga jenis kemampuan dasar. Ketiga jenis kemampuan tersebut adalah kemampuan personal, kemampuan akademik, dan kemampuan profesional. Setiap sarjana harus memiliki ketiga kemampuan ini untuk disebut sebagai sarjana paripurna.

Kemampuan personal meliputi kemampuan diri untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang dalam diri, keluarga, maupun masyarakat. Namun melihat kondisi pada hari ini tidak sedikit lulusan yang seharusnya peka terhadap kondisi sosial masyarakat dan membawa perubahan terhadap berbagai permsalahan yang ada, justru tidak bergeming sedikitpun atau biasa disebut dengan apatis. Contohnya saat ini berkembang penyimpangan-penyimpangan moral yang tidak dapat terelakan lagi di masyarakat seperti maraknya  pengkonsumsi narkoba, peminum minuman keras, seks bebas, pencuri, bahkan pacaran sebelum menikah yang dilarang dalam agama pun kini sudah menjadi hal yang lumrah. Hal demikian sudah semestinya dapat diruntuhkan atau di ubah haluannya menuju masyarakat yang ideal oleh lulusan atau sarjana yang memiliki kemampuan personal, namun dewasa ini parahnya tidak sedikit lulusan atau sarjana yang malah ikut masuk terjerumus ke lubang buaya atau lingkaran setan tersebut. Hal ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi para mahasiswa yang akan menjadi sarjana paripurna. Selain kemampuan personal, kemampuan akademik pun turut menjadi syarat lulusan paripurna, kemampuan akademik merupakan kemampuan lulusan atau sarjana yang memiliki keilmuan tinggi dan dapat berpikir secara kritis, sistematis, kreatif serta inovatif. Sedangkan kemampuan lainnya yakni kemampuan profesional merupakan kemampuan lulusan atau sarjana yang memiliki ke profesionalan kerja pada bidang keilmuan masing-masing. Namun tidak sedikit guru di lapangan yang bahkan tidak bisa membuat Rancangan Proses Pembelajaran atau pengelolaan kelas yang efektif.

3K atau tiga kemampuan dasar diatas pun tentunya harus dimiliki oleh lulusan PGSD di Universitas dimanapun berada yang notabene nya calon guru yang akan terjun langsung ke dunia pendidikan di masyarakat, sehingga dapat terciptanya Lulusan PGSD Paripurna. Namun apakah realitas PGSD di universitas manapun saat ini sudah memiliki kemampuan personal, yang jika ada permasalahan, mahasiswanya cepat tanggap dan turut memikirkan jalan keluar dari permasalahan yang ada, minimalnya mahasiswa mengetahui hadirnya sebuah masalah, seperti kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap sampah yang berserakkan dan kurangnya minat mahasiswa terhadap prestasi atau reword? Kemampuan akademik, mahasiswa yang selalu kritis mengkaji kebijakan-kebijakan kampus yang kurang sesuai dan bukan hanya kritis pada persentasi teman di depan kelas? Serta kemampuan profesional, yang ahli dalam penguasaan teori dan praktik pada pembelajaran berkaitan dengan menjadi guru profesional di sekolah dasar? Sehingga setelah memiliki kemampuan dasar tersebut mahasiswa layak menjadi lulusan paripurna dan siap terjun ke masyarakat? Hal ini perlu dipertanyakan kembali pada tiap-tiap individu supaya menjadi bahan refleksi atau evaluasi diri khususnya bagi saya umumnya bagi mahasiswa calon sarjana PGSD lainnya.

Menjadi lulusan PGSD paripurna merupakan sebuah harapan bagi semua mahasiswa khususnya bagi saya, namun menjadi lulusan yang paripurna tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu menempuh jalan yang cukup terjal nan berliku. Salahsatunya dengan cara 3M yang di gembor-gemborkan oleh tokoh ulama yang tidak asing lagi di telinga orang Jawa Barat yakni Abdullah Gymnastiar atau biasa dipanggil Aa Gym. 3M yang dimaksud adalah Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil, dan Mulai dari sekarang. Ya segala sesuatu jika bukan dimulai dari diri sendiri maka akan dimulai oleh siapa? Jika bukan dari hal kecil, maka bagaimana mau melangkah? Karena langkah besar pun di awali dengan langkah-langkah kecil. Dan jika bukan sekarang berusaha menjadi lulusan paripurna, mau kapan? Menunggu ular bisa berjalan? Atau mau menunggu kantong ajaibnya doraemon?

Nisa Annisa

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved