Tutup Iklan
belireview
Salah Gaul Tak Selalu Negatif Kok...

Salah Gaul Tak Selalu Negatif Kok...

Dika Mustika
20 Mei 2018
Dibaca : 141x

Yuk, kita coba ingat-ingat apa yang dulu kita lakukan ketika waktu istirahat di sekolah! Bermain kan? Rasanya itu kata yang identik ketika kita menyebutkan istirahat sekolah. Coba ingat lagi waktu kecil kamu anak yang seperti apa? Dengan siapakah kamu biasanya bermain? Kamu biasanya bermain apa? Ya, bermain adalah salah satu bentuk ‘pergaulan’ yang kita lakukan di masa kanak-kanak kita. Ketika bermain, akan kita jumpai bermacam-macam teman. Secara naluriah, biasanya kita akan mencari teman yang memiliki persamaan dengan kita. Misal: ketika kita suka bermain bola, kita akan mencari teman yang juga suka bermain bola atau ketika kita hanya suka mengobrol saja di kala istirahat, kita pun akan mencari teman yang suka mengobrol saja.

 

Di masa sekolah itu, di waktu istirahat, kita memang secara naluriah akan mencari teman yang ‘mirip’ dengan kita. Namun, tak bisa dipungkiri juga ketika itu, kita tidak hanya akan bertemu dengan teman yang ‘mirip’ dengan kita. Kita juga pasti pernah mengalami berinteraksi atau bahkan berteman dekat dengan teman yang sama sekali berbeda dengan kita. Misal: kita yang pendiam bisa bergaul dengan teman yang rame-nya minta ampun, bisa juga kita yang anak rumahan akan bergaul dengan teman yang rasanya pernah mengunjungi semua tempat alias ‘si tukang ngider’. Coba deh, sekarang ingat kembali teman-teman dengan sifat seperti apa yang pernah bergaul dengan kita.

 

Jika kamu cukup sering bergaul atau berinteraksi dengan teman yang ‘bertipe-tipe’, tanpa sadar kita juga bisa lho terpengaruh dengan ‘tipe-tipe’ tersebut. Kalau bahasa yang lebih populernya sih ‘salah gaul’! Tapi tenang, ‘salah gaul’ ini tak selalu bermakna negatif kok. Dengan salah gaul ini justru dapat ‘menggeser’ kepribadian kita ke jalur yang lebih adaptif. Misal nih untuk kalian yang pendiam, rasakan deh perbedaan jika kalian bergaul dengan teman yang ‘super rame’, lambat laun ‘kependiamanmu’ akan bergeser levelnya. Paling tidak, kamu tidak akan hanya diam saja jika kamu sedang bergaul dengan si ‘super rame’. Dan jika pergaulanmu cukup inten, bahkan kependiamanmu bukan hanya bergeser ketika kamu bergaul dengan si ‘super rame’ saja, tapi juga ketika kamu bergaul dengan teman lainnya.

 

Lihatlah, inilah ajaibnya berinteraksi atau bergaul bukan hanya dengan orang-orang yang ‘mirip’ kita. dengan bergaul, kepribadian kita juga menjadi lebih berkembang. Tapi, tenang ‘salah  gaul’ ini bukan berarti menjadikan kamu berubah lho. Kamu tetaplah kamu, tapi dengan versi yang lebih adaptif. Dan ingat juga, adaptif bukan berarti kita ikut juga terbawa ketika misalnya ada kepribadian teman yang ‘nyeleneh’ lho. Di situlah kekuatan norma dibutuhkan. Kita pasti bisa menilai dengan bijak kok, yang mana untuk kita adaptasikan yang mana yang memang tidak untuk diadaptasi. Nah, selamat bergaul!  

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
Hijab