Tutup Iklan
ObatKolesterol
Vaginismus Bisa Berdampak pada Disfungsi Ereksi Pasangan

Vaginismus Bisa Berdampak pada Disfungsi Ereksi Pasangan

Maman Soleman
21 Jul 2018
Dibaca : 295x

Vaginismus bukan sekadar kondisi ketika kebutuhan seksual terganggu karena Mister P sulit penetrasi. Ada dampak lain yang lebih besar, yaitu tidak memiliki kehidupan seksual atau sulit memiliki anak. Bisa juga menjadi depresi baik penderita maupun pasangannya, bahkah dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga dan menyebabkan perpisahan yang tidak perlu.

Salah satu pengaruh besar vaginismus bisa menimbulkan disfungsi ereksi pada pasangan penderita vaginismus. Umumnya yang terjadi adalah disfungsi ereksi dan ejakulasi prematur (ejakulasi.dini).

Gangguan fungsi seksual pada pria prinsipnya bisa berupa gangguan libido, gangguan ereksi, gangguan ejakulasi, dan gangguan orgasme. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan intim dengan pasangan.

Ejakulasi dini adalah ejakulasi yang terjadi sebelum ejakulasi diinginkan. Dari batasan waktu kategori ejakulasi dini adalah bila ejakulasi terjadi kurang dari 3 menit.

Pada pasangan penderita vaginismus, gangguan fungsi seksual terjadi karena permasalahan psikologis. Rasa bersalah, amarah, ketakutan, kebingungan, serta rasa frustasi, adalah beberapa emosi yang terjadi pada pria-pria tersebut.

Emosi-emosi tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis yang berujung pada gangguan ereksi dan ejakulasi dini. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa disfungsi ereksi dan ejakulasi dini yang terjadi tidak semata-mata penyebabnya psikologis.

Evaluasi menyeluruh kondisi fisik pria tersebut dibutuhkan untuk memastikan ada atau tidaknya penyebab gangguan fungsi seksual selain permasalahan psikologis. Bila memang ada penyebab organik (gangguan dari dalam tubuh) maka penyebab tersebut tentunya harus diatasi juga.

Apabila penderita vaginismus sembuh, selayaknya pasangannya juga mengalami perbaikan. Namun umumnya untuk pria dibutuhkan psikoterapi selama wanitanya masih tahap terapi vaginismus. Bila vaginismus sudah dapat diatasi namun gangguan fungsi seksual masih terjadi maka dibutuhkan terapi tambahan dengan obat-obatan maupun psikoterapi dan juga terapi untuk penyakit lain yang memperberat gangguan fungsi seksualnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JusKulitManggis