YAKIN MAU NIKAH SIRI ? PERHATIKAN BERIKUT INI

YAKIN MAU NIKAH SIRI ? PERHATIKAN BERIKUT INI

Admin
20 Okt 2021
Dibaca : 545x

Madzhab Maliki tak mengizinkan praktik nikah siri itu. Menurut Madzhab Maliki nikah siri bisa dihentikan dan eksekutornya dapat dikenakan hukuman pecut atau rajam apabila ke-2 nya udah melaksanakan hubungan intim dan dianggap oleh empat saksi lainnya.

Kata "siri" secara bahasa datang dari bahasa Ara, yang bermakna "rahasia" (secret marriage). Menurut imam Maliki, nikah siri merupakan Nikah yang atas dasar ambisi suami, banyak saksi pernikahan mesti merahasiakannya dari pihak lain sekalinya pada keluarganya.

Nikah Siri disebutkan sama dengan syariat Islam, akan tetapi hukumnya dapat jadi haram jika datangkan mudharat atau rugi pada satu diantara faksi.

Demikian pula Madzhab Syafi'i dan Hanafi tak mengizinkan pernikahan yang berlangsung secara sirri. Dan menurut Madzhab Hambali nikah siri diperkenankan apabila dilakukan menurut keputusan syari'at Islam walaupun dirahasiakan oleh ke-2  mempelai, wali dan banyak saksinya.

NIKAH SIRI DALAM HUKUM NEGARA

Nikah siri dirapikan dalam beberapa pasal negara salah satunya :

1. Pasal 143 Perancangan Undang-Undang

Pasal 143 RUU yang cuman ditujukan buat pengikut Islam ini menggariskan, tiap orang yang dengan menyengaja melaksanakan perkawinan tak didepan petinggi pencatat nikah dipidana dengan hukuman bervariatif, mulai dari 6 bulan sampai 3 tahun dan denda mulai dengan Rp6 juta sampai Rp12 juta. Kecuali mengusik permasalahan kawin siri,ini RUU mengusik kawin mutah atau kawin kontrak.

2. Pasal 144 Perancangan Undang-Undang

Pasal 144 menuturkan kalau tiap orang yang melaksanakan perkawinan mutah diberi hukuman penjara selamanya tiga tahun dan perkawinannya gagal lantaran hukum. RUU itu atur bab perkawinan campur (antardua orang yang berlainan kewarganegaraan). Pasal 142 ayat 3 menuturkan, calon suami yang berkewarga negaraan asing mesti bayar uang agunan pada calon istri lewat bank syariah senilai Rp500 juta.

YANG TERJADI AKIBAT NIKAH SIRI

Nikah siri bisa menjadikan berbagai perihal yang tak dibutuhkan dan penting diperhatikan oleh aktor pernikahan utamanya wanita. Beriykut merupakan rugi yang kemungkinan diperoleh dari pernikahan siri yang tak terdaftar dalam instansi pendataan sipil

  • Tak terdapatnya ikatan hukum yang resmi dan kuat di antara suami dan istri maka apabila berlangsung penipuan dan kezaliman dapat menjadikan rugi baik secara materi atau non-materiil
  • Wanita yang menikah secara siri tidak bisa menuntut pisah suaminya lantaran hak buat melaksanakan pegat terdapat di suami. Tanpa pendataan dalam hukum istri tidak bisa menuntut pisah ditambah lagi bila si suami durhaka kepada istri, tidak ingin memegat dan cuman ingin menzaliminya. Masalah ini benar-benar sayang apabila berlangsung pada istri yang miliki beberapa ciri istri shalehah
  • Anak yang kedepannya dilahirkan dari nikah siri tak dapat miliki keputusan dan tak terdaftar dalm instansi pendataan sipil masalah ini dapat menimbulkan kerugian si anak serta istri terpenting tersangkut tanggung-jawab suami apabila satu hari mereka dibiarkan atau apabila suami wafat atau jatuhkan pegat ( baca hukum pegat dalam pernikahan )maka anak tak punya hak mendapatkan hak waris secara hukum
  • Pernikahan sirri akan juga mempersulit pengurusan administrasi negara yang tersangkut keluarga umpamanya KTP, Kartu Keluarga, SIM atau dokumen kelahiran. Anak hasil nikah siri bakal kesusahan buat mengelola dokumen kelahiran yang kemungkinan diperlukan buat masuk level pengajaran atau mengelola ijazah sekolah

Begitu keterangan mengenai nikah siri dalam islam, hukum dan menyebabkan. Apabila anda seseorang wanita sebaiknya mengangsung lebih dulu sebelumnya melaksanakan nikah sirri lantaran tanpa status dan pendataan nikah dapat sehingga anda bakal mengenyam rugi masa yang akan datang.

Sedangkan islam pun tidak memberi anjuran buat melaksanakan pernikahan sirri lantaran pernikahan sirri dapat datangkan mudharat.

Islam mengajar supaya kita cari jodoh secara betul umpamanya dengan ta'aruf atau shalat istikharah dan mengangsung persyaratan calon suami yang bagus. Islam berikan petunjuk mengenai bagaimana caranya memutuskan pengiring hidup yang sama.

SYARAT NIKAH SIRI YANG SAH DALAM AGAMA

Apabila kamu pilih untuk melaksanakan pernikahan dengan Jasa Nikah Siri, simak syarat berikut supaya pernikahanmu resmi sama sesuai syarat dan rukun nikah dalam Islam.

1.Ke-2  calon mempelai memeluk agama islam atau mau masuk Islam, mengucapkan syahadat sebelumnya menikah (bakal dikasihkan surat informasi masuk Islam).

2.Apabila calon mempelai wanita dengan status janda, mesti memberikan surat pisah dan udah melalui waktu idah. Namun apabila tak dapat menunjukkan surat pisah karena ditinggalkan mati oleh suami, wali hakim bakal minta pernyataan lisan dari calon mempelai wanita bakal posisinya. Pernyataan lisan ini mempunyai sifat mengikat, ditonton oleh banyak saksi dan calon mempelai pria, dan jadi tanggung-jawab dari calon mempelai wanita atas kebenarannya.

3.Calon mempelai pria belum miliki 4 istri, udah miliki pendapatan, berumur sekurang-kurangnya 26 tahun.

4.Ke-2  calon mempelai dapat memberikan kartu identitas masih berlaku (KTP/Paspor) dan dengan poto yang terang sebelumnya ijab qobul buat meyakinkan kalau pasangan yang bisa dinikahkan merupakan betul sama sesuai identitas yang diperlihatkan.

5.Bawa dan menunjukkan mahar/serah-serahan yang dikasihkan saat ijab qobul.

Spesial buat wanita yang bisa dinikahi siri buat jadikan istri ke-2 , ke-3  atau ke-4, minta mahar yang sama dengan kebutuhanmu.

Tak boleh semata-mata menyerah diri ke Jasa Nikah Siri buat dinikahi tetapi pikirkan elemen penyokong hidupmu buat jamin kelancaran, ketenangan dan keberlanjutan beribadah.

Apabila kriteria di atas udah disanggupi, kamu penting perhatikan apa yang membuat nikah siri tak resmi, salah satunya apabila tak ada wali laki-laki dan 2 orang saksi laki-laki yang adil.

Kendati semata-mata nikah siri, wali nikah mesti miliki enam syarat seperti berikut: beragama islam, udah akil baligh, miliki karakter merdeka dan bukan hamba sahaya, baik laki-laki dengan karakternya yang adil.

Harus disadari kalau saksi dalam sebuah pernikahan merupakan rukun niah yang penting dipernuhi pada proses janji nikah.

Jadi datangnya seseorang saksi dalam penerapan janji nikah merupakan hal yang mutlak dibutuhkan. Apabila tak ada saksi, karenanya pernikahan dirasa tak resmi, sekalinya itu cuman nikah siri.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Kamu Suka Raisa atau Isyana?
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2022 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2022 GueBanget.com
All rights reserved