Tutup Iklan
SabunPemutih
Air laut sering terminum? Hati-hati, ini bahayanya!

Air laut sering terminum? Hati-hati, ini bahayanya!

Zeal
4 Feb 2018
Dibaca : 607x

GueBanget - Kerap kali ketika bermain dan berenang dipantai,air laut yang ada sering terminum oleh kita. Terutama bagi peselancar, tentu mereka sering meminum air laut karena terhempas oleh ombak dan  akhirnya tengggelam ke laut. Namun anda harus berhati-berhati ketika air laut tersebut terminum oleh kita. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menyatakan bahwa air laut ternyata  dapat mengadung bakteri-bakteri yang tahan terhadap antibiotic dalam tubuh kita.

Anne Leonard, seorang ahli epidemiologi di University of Exeter Medical School, yang juga salah satu peneliti dalam studi tersebut, menyatakan bahwa dirinya melakukan penelitian terhadap sampel tinja yang diambil dari sekitar 300 orang peselancar yang sering terminum air laut. Leonard pun menemukan setidaknya ada 9% peselancar yang dalam tubuhnya terdapat bakteri E. Coli, dimana bakteri ini sangat tahan terhadap sefotaksim. Sefataksim ini merupakan antibiotik yang biasanya terdapat dalam tubuh untuk membunuh bakteri.

Leonard pun menambahkan bahwa hasil penelitian ini telah mampu menunjukkan adanya keterkaitan antara resistensi antibiotic dalam tubuh dengan kegiatan yang dilakukan seseorang di laut. Leonard berasumsi bahwa praktik pengolahan air limbah yang ada saat ini merupakan penyebab adanya zat-zat berbahaya dalam air laut, terlebih lagi ketika selepas hujan lebat.

Menurut Leonard, Hasil dari penelitian di Inggris ini mungkin saja berbeda di negara lain. Maka dari itu penelitian pun harus terus menerus dilakukan agar semua dapat memahami bagaimana resistensi antiobiotik ini terdapat kaitan dengan kondisi lingkungan. Ketika kita memahami akan adanya penyebaran penyakit, maka secara tidak langsung kita pun akan mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meminimalisir penyebaran bakteri tersebut. Leonard pun menambahkan kembali, hasil temuan ini tak perlu membuat para peselancar merasa ciut. Harusnya penelitian ini untuk membantu kita agar membuat keputusan serta pertimbangan yang tepat mengenai waktu ideal untuk beraktivitas di laut dan menyarankan kepada siapa saja yang selalu beraktifitas dilaut agar dapat menghindari air laut setelah adanya hujan lebat.

Selain bahaya akan bekteri, air laut pun ternyata harus kita waspadai ketika masuk kedalam tubuh. Jika kita menelan air laut yang kayak akan kandungan garam, maka kerja ginjal pun meningkat, karena ginjal harus berusaha menyaring darah yang banyak mengandung garam akibat air laut. Dalam sistem sekresi manusia, garam harus dibuang melalui urine, dan untuk membuangnya, tubuh membutuhkan banyak asupan air. Ketika kita tidak banyak meminum air, maka ginjal pun akan mengalami kerusakan, karena terlalu banyak kandungan garam dalam urine, bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian.

Asupan garam yang terlalu tinggi juga akan menyebabkan dehidrasi berat, hingga memicu efek serius, seperti halusinasi dan mengigau. Dampak terburuknya, kita dapat kehilangan kesadaran hingga kejang-kejang. Jika saja kita mengalami dehidrasi sampai kehilangan 15% dari total air yang terdapat dalam tubuh, maka kita akan memiliki risiko tinggi, hingga mengakibatkan koma, kemudian kerusakan pada otak hingga akhirnya mengalami kematian.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes