Tutup Iklan
ObatDiabetes
Alergi olahraga? Adakah?

Alergi olahraga? Adakah?

Zeal
30 Jan 2018
Dibaca : 406x

GueBanget - Sebagian besar orang tidak berolahraga dengan alasan malas, padahal mereka secara fisiknya masih bisa bergerak aktif dan melakukan olahraga tertentu untuk kebugaran tubuhnya. Namun ternyata ada pula orang yang ingin berolahraga, namun kondisi fisiknya tidak mampu untuk melakukan olahraga. Ia adalah orang yang alergi terhadap olahraga. Wah, adakah orang yang alergi olahraga? Berikut penjelasannya

Sebagaimana dilansir dari hellosehat.com Alergi olahraga atau dalam dunia media medis disebut pula Exercise-Induced Anaphylaxis (EIA) ini merupakan salah satu jenis alergi yang sangat jarang terjadi diberbagai belahan dunia. Reaksi yang terjadi pada Alergi ini termasuk pada Reaksi alergi anafilaktik, dimana reaksi ini tergolong ekstrem dan serius, bahkan tak jarang dapat mengancam nyawa. Biasanya seseorang yang mengalami alergi, akan mengalami gejala pada satu titik lokasi di tubuh. Namun, pada penderita alergi jenis anafilaktik ini gejalanya akan muncul di beberapa lokasi tubuh dalam waktu yang bersamaan.

Sebenarnya Kasus EIA ini telah terjadi puluhan tahun yang lalu, jadi bukanlah kasus yang baru baik dalam dunia kesehatan maupun olahraga, setidaknya Ada beberapa jenis olahraga atau aktivitas fisik yang pernah Diamati dan  terdapat hubungan dengan EIA ini, yaitu jogging, jalan cepat, bersepeda, ski, sepak bola dan aktivitas olahraga aerobik lainnya. kemudia Serangan alergi EIA ini tidak selalu terjadi pada jenis ataupun intensitas aktifitas olahraga yang sama. Melainkan Ada pula lainnya yakni faktor lingkungan yang mempengaruhi dan menentukan adanya alergi EIA, seperti halnya kelembaban udara, perubahan pada musim, serta perubahan pada hormon dalam tubuh

Current Allergy and Asthma Reports, dalam sebuah penelitiannya menyebutkan tahapan-tahapan gejala pada EIA yakni:

  • Tahap prodromal
  • Tahap awal
  • Tahap berkembang sepenuhnya
  • Tahap akhir

Tahap prodromal merupakan tahapan dasar dari EIA, biasanya orang yang mengalami EIA akan merasakan lelah disertai adanya rasa gatal pada bagian tubuh tertentu. Kemudian orang tersebut masuk pada tahap awal dengan munculnya biduran, bahkan sampai timbulnya pembengkakan di bagian bawah kulit karena akibat reaksi alergi tersebut. Jika pada tahapan awal ini terus berkembang, maka orang tersebut akan masuk tahap selanjutnya dengan di tandai adanya gejala yang terkait dengan saluran pencernaan seperti halnya sakit perut, mual, serta muntah. Bahkan dapat terjadi gejala lainnya pada pernapasan seperti halnya penyumbatan pada saluran pernapasan, sesak napas, dan napas terdengar lirih seperti suara siulan. Tahap ketiga ini bahkan bisa lebih parah dengan munculnya gejala gangguan pada jantung hingga orang itu kehilangan kesadaran alias pingsan. Pada tahap akhir, akhirnya akan muncul rasa sakit pada kepala serta rasa kelelahan yang tak kunjung  hilang dalam waktu yang lama, yakni hingga 72 jam ke depan sejak gejala pertama tersebut muncul.

Sampai saat ini alergi olahraga tersebut belum diketahui secara pasti penyebabnya, karena kondisi pada penderita pun berbeda-beda. Juga Tidak selalu alergi olahraga ini timbul karena adanya reaksi terhadap olahraga saja. Pada penelitian selanjutnya munculnya EIA ini juga membutugkan faktor lainnya sebelum dirinya berolahraga. Seperti halnya pada makan tertentu, zat non-steroidal anti-inflammatory drugs ( NSAID’s) yang dikonsumsi 24 jam sebelum melakukan olahraga, lingkungan yang ekstrem, alkohol, serta  serbuk sari dari bunga dalam jumlah besar. Namun pada 30 sampai 50 persen kasus alergi olahraga ini secara umum memiliki faktor yang bergantung pada makanan atau sering disebut pula dengan food dependent exercise induced anaphylaxis (FDEIA). Pada kasus seseorang yang mengalami FDEIA, makanan yang akan dikonsumsi biasanya akan dimakan enam jam sebelum olahraga, Makanan itu biasanya terdiri dari produk terigu, gandum, kacang, seledri, serta makanan laut.

Lantas apa yang harus dilakukan jikalau memiliki alergi olahraga? Dalam hal ini, ada baiknya kita segera memeriksakan diri ke dokter untuk lebih memastikan bahwa kita tidak memiliki kondisi berbahaya lainnya. Penanganan pertama pada kasus EIA biasanya akan diberikan suntik epinefrin, infus, oksigen, antihistamin serta penanganan jalur napas. Kemudian menghentikan secepat mungkin latihan atau olahraga ketika muncul gejala EIA. Adapun yang mengalami EIA ini, hendaknya program latihan selanjutnya pun harus dimodifikasi kembali dengan menurunkan intensitas ataupun durasi, gunan untuk mencegah gejala tersebut muncul lagi atau semakin buruk.

Sedangkan bagi penderita FDEIA, atau alergi olahraga karena makanan, hendaknya ia menghindari aktifits makan 4 sampai 6 jam sebelum melakukan olahraga. Latihan pun harus dibimbing bersama pendamping. Juga sebaiknya dalam latihan tersebut kita selalu menyiapkan dan membawa alat suntik epinefrin yang secara khusus dan direkomendasikan dari dokter.

Semoga bermanfaat

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes