Tutup Iklan
ObatKolesterol
Aneka Hidangan Khas Saat Ramadan di Berbagai Negara

Aneka Hidangan Khas Saat Ramadan di Berbagai Negara

Maman Soleman
8 Jun 2018
Dibaca : 105x

Meskipun menjadi salah satu hal yang dihindari saat berpuasa, makanan nyatanya menjadi hal yang banyak diperhatikan sepanjang bulan Ramadan. Mungkin itu pula sebabnya, banyak keluarga yang menyiapkan menu spesial di meja makan untuk sahur dan berbuka puasa. Tak sedikit, menu tersebut merupakan menu khas yang hanya banyak ditemukan saat Ramadan.

Di tanah air, menu tajil berupa kolak, cendol, dan sebagainya, menjadi primadona berbuka puasa. Baru beberapa saat setelah menyantapnya, perut akan "menagih" makanan yang lebih berat, seperti nasi serta lauk-pauknya. Lalu, bagaimana dengan menu khas Ramadan di negara lain?

Di Turki, tak ada yang lebih kuat melambangkan kuliner Ramadan selain roti pide. Saking populernya penganan ini, hampir setiap daerah di Turki memilikd resep roti pide masing-masing. Akan tetapi, sebagian besar menyuguhkan roti pide yang direndam dalam kaldu daging yang dibumbui bawang, wortel, sayuran, dan yoghurt.

Selain roti pide, tradisi kuliner khas Ramadan di Turki juga mengenal sorbet dan hoshaf. Sorbet adalah minuman alternatif selain soda. Hampir setiap buah yang sedang musim dan banyak ditemui, bisa diolah menjadi sorbet. Yang paling populer adalah sorbet yang terbuat dari mawar, apel, dan tamarin.

Sementara itu, hoshaf adalah olahan buah yang telah dikeringkan seperti kismis, aprikot, dan cranberry bersama gula dan rempah-rempah, dengan tambahan air. Kedua jenis minuman itu biasa dikonsumsi untuk menghalau hidrasi, dengan catatan kadar gula dijaga agar tetap serendah mungkin.

Gullac juga merupakan salah satu kudapan manis tradisional yang menjadi primadona di Turki selama Ramadan. Adonannya terbuat dari campuran susu dan air mawar. Setelah matang, kue itu ditaburi buah-buahan, kacang, dan biji buah delima.

Makanan tradisional Ramadan di Turki seperti roti pide, hoshaf, sorbet, dan gullac rnemiliki gizi tinggi, tetapi bisa dimodifikasi sedemikian rupa sesuai anggaran yang dimiliki serta tingkat keterjangkauan bahan-bahan. Makanan itu juga melambangkan semangat Ramadan, bulan yang sarat akan kepedulian dan spirit berbagi dengan orang lain.

Di Yordania, mansaf dan qatayef adalah makanan yang paling banyak diburu selama Ramadan. Mansaf adalah hidangan tradisional yang memiliki tiga bahan utama, yaitu beras, daging, dan susu kambing yang hanya dibuat di Yordania. Sementara itu, qatayef memiliki cita rasa kayu manis dengan isi kenari dan gula, disantap bersama sirup madu.

Sementara itu, qatayef adalah sejenis kudapan mirip pastel dengan isian kacang yang gurih. Teksturnya yang lembut dan manis, membuat warga Yordania ketagihan karena juga diselingi kerenyahan butiran kacang saat dikunyah. Selain kacang kenari, beberapa varian kacang lain juga seringkali dipilih, seperti hazelnut, walnut, almond, dan pistachio.

Di India, Ramadan tak lengkap rasanya tanpa haleem. Sup pasta yang dikenal menyerupai bubur ini sangat populer berasal dari Hyderabad, India Selatan. Cita rasanya pedas dan gurih. Seperti dari negeri asalnya, Arab, haleem terbuat dari daging, mentega, dan tepung gandum.

Penikmat haleem tak hanya terbatas pada umat Islam. Sejak Hyderabad berubah menjadi kota kosmopolitan akibat masuknya teknologi informasi, banyak orang dari penjuru negeri datang hanya untuk mencicipi haleem dan menyenangkan hati mereka.

Di Lebanon, hidangan khas Ramadan yang biasa diburu adalah tabbouleh dan hummus. Tabbouleh adalah sejenis salad yang terdiri atas potongan parsley, daun mint, bawang bombay, bulgur (sejenis gandum), dan dilumuri saus lemon dengan minyak zaitun.

Rasa tabbouleh renyah dan segar sehingga cocok sebagai menu pembuka yang unik. Tabbouleh juga menjadi salah satu jenis makanan yang cukup diminati di hampir seluruh negara. Timur Tengah.

Hummus biasa digunakan sebagai selai atau saus cocolan pada roti pita (roti bulat tipis dengan "kantong udara" di dalamnya). Bahan utamanya adalah bawang putih, garam, air lemon, minyak zaitun, tahini, lentini, dan kacang kedelai yang dihaluskan.

Hummus sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Penganan ini juga banyak mengandung vitamin c, zat besi, asam folat, protein, dan vitamin B6 yang tinggi karena didapat dari tanaman sejenis kacang-kacangan yang menjadi bahan dasarnya. Kandungan seratnya pun tak kalah tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan dan bagi mereka yang sedang menjalani program diet.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
Hijab