Tutup Iklan
ObatKolesterol
Belajar dari Sakit...

Belajar dari Sakit...

Dika Mustika
15 Jul 2018
Dibaca : 190x

Siang tadi aku mendapatkan pelajaran berharga sepulang dari menjenguk orangtua teman yang sedang sakit. Yang ada di benakku ketika mendengar kabar bahwa ibunya masuk ke rumah sakit adalah, beliau terbaring tak berdaya dalam sakit. Mengapa itu yang ada dalam bayangan? Karena itu kondisi yang sering kulihat ketika aku menjenguk seseorang yang sakit. Namun tadi aku menjumpai dan mendapatkan hal yang berbeda dan membuatku berpikir. Jujur, selepas menjenguk beliau aku seperti pulang dari sebuah kajian. Masha Allah, dari beliau aku diingatkan mengenai hakikat sakit. Beliau menyebutkan isi Quran Surat  Asy Syu’ara ayat 80:

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”

Sakit akan disembuhkan jika Allah menghendaki, ini juga disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan obatnya.”

Beliau sungguh sabar menghadapi sakitnya. Menurutnya sakit adalah salah satu bagian dari kehidupan. Sakit adalah salah momen agar dosa-dosa kita dapat terampuni. Seperti yang disebutkan dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim:

“Tidaklah menimpa  seorang muslim satu kelelahan, kesakitan, kesusahan, kesedihan, gangguan dan gundah gulana sampai terkena duri, maka itu semua menjadi penghapus dosa dan kesalahannya.”

 

Dari menjenguk seseorang yang sakit, kita seakan diingatkan juga untuk bersyukur dan mengisi sehat ini dengan bijaksana. Di saat yang berbeda, aku juga pernah menemani seseorang yang sedang menjalani proses kemoterapi. Bagi kita yang sehat, menelan ludah, mencecap rasa, makan, atau minum mungkin adalah hal yang sudah sangat biasa. Namun, bagi beberapa pasien yang sedang menjalani proses kemoterapi, hal-hal seperti itu adalah hal yang sungguh membutuhkan usaha besar. Untuk menelan makanan, perlu usaha yang besar karena ternyata air liur yang biasa memperlancar kita dalam menelan makanan produksinya sangat berkurang. Menikmati rasa makanan pun terasa sungguh menjadi hal yang diidam-idamkan. Karena bisa jadi lidah tidak bisa lagi menjalankan fungsinya untuk mencecap berbagai rasa. Semua makanan tak berasa lagi! Mungkin tak lagi dapat mencecap rasa gurih, manis, asin, pedas, asam, atau rasa berbagai rasa lainnya bagi mereka yang sedang menjalani proses kemoterapi ini. Ini hanyalah satu aspek yang berubah dari ‘dapat’ ke ‘tidak dapat’, ketika sakit datang. Terbayang betapa terkadang nikmat terasa sungguh berarti ketika nikmat tersebut hilang dari kita. Sedangkan ketika nikmat itu ada, terkadang luput dari rasa syukur.

 

Sakit mengajarkan kita untuk memperdekat diri ini pada Allah. Keyakinan bahwa ada maksud di balik sakit tersebut. Sakit juga mengajarkan kita akan nikmatnya sehat. Mengingatkan diri agar senantiasa mengisi sehat dengan syukur dan hal yang bermanfaat.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab