Bersyukur vs Kesehatan

Bersyukur vs Kesehatan

Dika Mustika
19 Jan 2018
Dibaca : 715x

Ada seseorang yang menceritakan mengenai pekerjaannya, ia menceritakan bahwa kerjaannya begini dan begitu. Inti dari ceritanya adalah, ia tidak puas dengan tempat kerjanya. Entah disadari atau tidak, ia juga sering tidak masuk kerja dikarenakan sakit.  Awalnya aku juga merasa jika sesorang itu sakit ya karena kondisi fisik yang tidak prima, kelelahan, atau memang sedang musim sakit saja. Nah ternyata, ada hal yang cukup menarik berdasarkan beberapa referensi yang aku baca.

 

Ketika kita menceritakan sesuatu mengenai ketidakpuasan, akan berbagai hal, misal: pekerjaan, keluarga, keuangan, hubungan, dan lain sebagainya, ini adalah salah satu indikator bahwa kita belum beryukur atas sesuatu yang telah  kita miliki. Nah, ketika kita tidak puas akan sesuatu lantas kita harus apa dong? Sabar untuk pertanyaan ini akan terjawab setelah kita lihat dahulu hubungan antara bersyukur dengan kesehatan.

 

Ketika kita bersyukur atas sesuatu, kita akan merasa bahagia. Nah, bahagia ini adalah kunci hubungan antara bersyukur dengan kesehatan seseorang. Ketika kita merasa bahagia ada hormon yang namanya dopamin yang diproduksi tubuh kita. Hormon ini lah yang berpengaruh terhadap kesehatan seseorang.

 

Menurut sebuah penelitian, salah satu dampak rasa syukur pada tiap orang yang banyak bersyukur yaitu secara fisik, ia akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, kurang terganggu oleh sakit, dan tidak memiliki tekanan darah tinggi.

 

Nah, hal di atas itulah yang dapat memproduksi banyak dopamin dan membuat seseorang bahagia. Dengan bahagia seseorang bisa tidur dengan jumlah dan kualitas yang baik. Dengan kondisi ini proses tubuh beristirahat akan optimal. Selain itu jika kita merasa bahagia, kita pun akan terhindar dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung. Dengan mood dan kualitas tidur yang cukup, kita terhindar dari ebrbagai peradangan, termasuk peradangan jantung. Orang yang banyak bersyukur juga memiliki kesadaran menjaga tubuh yang cukup tinggi.

 

Nah, ketika kita tidak puas akan sesuatu lantas kita harus apa dong? Deal with the weakness! Atasi yang kita rasa sebagai ketidaknyamanan kita, bukan dikeluhkan. Misal, ketika tidak puas dengan pekerjaan, coba cari tahu penyebab ketidakpuasan kita tersebut. Bukan berarti kita pantang membicarakan ketidakpuasan kita akan sesuatu, namun kalau pun dibicarakan, arahkan pembiacaraan ini ke arah yang konstruktif alias membicarakan dalam rangka mencari solusinya, bukan sekedar berkeluhkesah.

Nah, sudah terbayang bagaimana hubungan antara bersyukur dengan kesehatanmu? Bersyukur atau mengeluhkah yang menjadi pilihanmu?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved