Tutup Iklan
Tryout.id
Hati-Hati Yaaa dengan Penyakit yang Biasa Menyerang di Musim Hujan

Hati-Hati Yaaa dengan Penyakit yang Biasa Menyerang di Musim Hujan

Nur Atinal Khusna
20 Nov 2017
Dibaca : 160x

Saat musim hujan seringkali timbul berbagai penyakit yang menyerang manusia. Penyakit itu lantaran kebanyakan disebabkan oleh medium yang membawanya, seperti air, udara, dan tanah. Lantas apa saja penyakit di musim hujan yang sering muncul yang biasanya dialami orang Indonesia?

1. Influenza atau flu

Penyakit musim hujan yang mungkin sering kamu alami adalah flu yang disebabkan infeksi virus influenzatipe A, B, atau C. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur yang dapat ditularkan melalui mulut, hidung, ataupun tangan yang menyentuh benda terkontaminasi. Infeksi ini akan menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pegal-pegal, pusing, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Meski bersifat umum dan tidak berbahaya, beberapa orang dapat menderita komplikasi influenza seperti pneumonia. Jadi bagi kamu yang terkena flue jangan terlalu menyepelekan kalau itu adalah penyakit ringan.

2. Demam berdarah dengue

DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit musim hujan yang bisa jadi mematikan. Penyakit akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus ini kerap terjadi di musim hujan saat perkembangbiakan nyamuk meningkat. Demam berdarah terjadi saat virus masuk ke dalam tubuh manusia akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala DBD biasanya ditandai dengan suhu tubuh yang naik turun secara tidak stabil. Penyakit yang ditandai dengan sakit pada sekujur tubuh dan demam ini dapat berakibat komplikasi yang mengarah pada kebocoran plasma dan perdarahan fatal akibat kerusakan pembuluh darah.

3. Malaria

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan malaria biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya. Penyakit ini ditandai dengan demam yang muncul sekitar 10-15 hari setelah terjadi gigitan nyamuk. Gejala awal yang menyertai adalah sakit kepala dan menggigil. Bila tidak ditangani segera, malaria dapat berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang yang mengalami. Malaria terutama perlu diwaspadai di area timur Indonesia seperti propinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

4. Diare

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat dibandingkan biasanya dan encernya tinja yang dikeluarkan. Secara garis besar, penyebab diare adalah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu. Diare sebagai penyakit musim hujan biasanya disebabkan oleh bakteri E. coli, salmonella, shigella, dan cholera.

5. Demam tifoid (tipes)

Penyakit demam tinggi yang disebabkan Salmonella typhi dan menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Demam tifoid atau yang lebih umum disebut dengan tipes, banyak ditemukan di negara-negara berkembang dan dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik dan cepat. Selain demam, penyakit ini kerap ditandai dengan sakit perut, sakit kepala, sembelit, ataupun diare. Jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti meningitis, infeksi hati dan kandung empedu, pneumonia, hingga gangguan pada ginjal dan katup jantung.

6. Leptospirosis

Penyakit musim hujan ini “cukup populer” terjadi di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui urine atau darah binatang liar ataupun hewan piaraan seperti anjing, tikus, sapi, dan babi.

Menurut WHO (2011), secara epidemiologi, leptospirosis tersebar di seluruh dunia dengan prevalensi tertinggi menyerang petani dan masyarakat kumuh perkotaan. Dampak terbesar terjadi pada daerah dengan iklim tropis dan sub tropis seperti Indonesia. Faktor risiko penyakit ini lebih tinggi pada daerah pedesaan karena karakteristik masyarakat bertani dan beternak dengan populasi ternak padat.

Di Indonesia, leptospirosis walaupun menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius tetapi masih kurang mendapat perhatian. Manusia dapat terinfeksi jika menjalin kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut adalah gejala yang menandai penyakit ini. Namun pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga ke saluran pernapasan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2017 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2017 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes