al baqoroh 286

Hujan dan Ujian

Dika Mustika
7 Sep 2017
Dibaca : 1010x

Sore itu aku merasa diselamatkan oleh Nya dari hujan, tepat pada saatnya. Bukan berarti aku tak suka pada hujan, tapi ini lebih pada, betapa Dia melindungiku dari basah kuyup air hujan di sore itu. Sore itu seperti biasa, aku pulang kerja diantar oleh driver kantor. Bukan sampai rumah, ini hanya sampai halte saja. Mengapa demikian? Supaya aku bisa langsung naik bis tanpa berjalan lebih dulu. Karena jarak kantor ke halte bus, lumayan jika ditempuh dengan berjalan kaki. Pas keluar kantor, hujan turun, rasanya butirannya cukup besar-besar, namun entah mengapa ada keyakinan bahwa aku masih bisa selamat dari kebasahan.

Driver kantor bertanya kepadaku, “Mbak, ngga apa-apa ini kena hujan?”

Refleks kujawab, “Ngga apa-apa kok.”

Padahal dalam hati, aku sedang tak siap berbasah-basahan, bawaanku sore itu cukup banyak. Plus, rasanya badanku rasanya ngga karuan, karena selama seminggu mengejar target laporan keuangan yang rasanya tak berujung.  Seminggu ini aku bahkan selalu mengenakan masker dan jaket karena kondisi yang sedang tak enak badan.

Nah, ajaibnya, di sore itu, hanya sedikit air yang mengenai jeketku. Kulihat, orang di kiri kanan jalan sibuk menepikan motornya untuk mengenakan jas hujan. Pak Dharma, driver yang mengantarkanku ku, tampaknya sama sepertiku, yakin bahwa tak perlu menepi dahulu. Dan alhamdulillah, perjalanan motor kami lancar hingga akhirnya aku tiba di halte. Ketika aku menginjakkan kaki di halte, turunlah hujan yang cukup lebat. Aku bersyukur karena hujan ini turun tepat ketika aku sudah mendapatkan tempat untuk berteduh.

Sore itu aku pun tak perlu berlama-lama menunggu bis. Dia tiba kira-kira 3 menit kemudian. Dengan santai aku pun naik bis tanpa berbasah-basahan karena pintu masuknya memang terlindungi oleh atap halte. Kalau pun jaketku basah, palng hanya terkena ciptratan air hujan yang tertiup oleh angin.

Entah mengapa, episode terselamatkan dari hujan ini mengingatkanku akan QS: Al Baqoroh 286:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya... .”

Kisah terselamatkan dari basah kuyup tadi memang sangat sederhana, tapi saat itu memang aku sedang sangat ‘tidak cocok’ untuk basah-basahan. Aku membawa laptop di ransel dan aku juga membawa tas jinjing berisi harcopy berkas-berkas tanda terima perusahaan yang belum tuntas aku masukkan ke dalam laporan keuangan yang sedang aku kerjakan. Yang membuat aku sedang tidak cocok untuk berbasah-basahan lainnya adalah kondisi flu aku yang masih belum membaik dari minggu lalu.

Lancarnya perjalanan menuju halte, tak perlu menunggu lama bis, dan tentunya terlindunginya aku dari kehujanan adalah bentuk pertolongan Allah. Hujan, saat itu mungkin dapat kita analogikan sebagai ujian. Allah tidak membiarkan ujian yang tidak dapat kutanggung untuk aku alami. Yuk, kita pelajari berbagai ayat-Nya melalui keseharian yang kita jalani! Semoga dengan ini menambah motivasi kita untuk selalu optimis dan percaya akan sayang-Nya pada kita.

Di saat yang berbeda, aku pernah kehujanan. Namun, saat itu rasanya aku memang tak masalah jika kehujanan pun. Karena aku pulang dari jalan-jalan, tak juga membawa barang yang harus terlindungi dari air. Aku memang terkena hujan di kisah yang ke-2 ini. Namun aku punya badan sehat yang melindungiku dari ‘ujian’ yang mengguyur. Dia selalu melindungi kita, pekalah atas segala bentuk perlindungan-Nya kepada kita yang mungkin muncul dalam berbagai bentuk.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved