Tutup Iklan
Tryout.id
Menyelami Profesi Guru

Menyelami Profesi Guru

Dika Mustika
6 Maret 2018
Dibaca : 222x

Arsitek, penulis, artis, pelukis, politikus, pengacara, penyanyi, koki, akuntan, guru, atlet, ada banyak pilihan profesi di dunia ini yang bisa kita pilih. Namun tahukah kalian, betapa setiap profesi memiliki keunikan-keunikannya tersendiri. Dan keunikan dari tiap profesi tersebut mungkin tanpa kalian sadari akan juga mempengaruhi kepribadian kalian.

Nah, kali ini yuk kita lihat keunikan dari profesi guru!

Guru, ini adalah profesi yang rasanya setiap orang pasti kenal dan pernah berhubungan dengan profesi ini. Karena pasti setiap orang pernah mengenyam pendidikan dan tentunya dengan bimbingan para ibu dan bapak guru masing-masing pada zamannya. Namun, mungkin belum semua orang tahu apa saja sih yang digeluti dan dilakukan oleh para guru dalam kesehariannya. Profesi ini mau tidak mau menuntut orang yang memilih berprofesi sebagai guru ini, untuk dapat selalu belajar (sebelum mengajarkan sesuatu ke muridnya), menyelami kekuatan dan kebutuhan murid-muridnya dalam berbagai aspek, dan tentunya dapat menyampaikan capaian murid ke orangtuanya.

 

Guru harus selalu siap mengalami berbagai dinamika yang bisa terjadi di kelas. Jangan heran jika orang yang berprofesi sebagai guru akan memiliki 1001 cerita jika ia keluar dari kelas. Ada sebuah cerita dari seorang guru ketika ia mengajar di kelas. Ini terjadi ketika pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi dikte (murid menuliskan kembali kalimat yang dibacakan oleh guru). Saat itu kalimat yang didiktekan adalah “Ayah pergi ke supermarket setelah isya.” Ketika diminta untuk membacakan tulisannya, ada murid yang menuliskannya “Ayah pergi ke supermarket setelah magrib.” Sang guru bertanya, “Sudahkah kamu yakin dengan kalimat tulisanmu? “ Ia menjawab, “Sebenarnya yang betul ‘... setelah isya’, namun aku ganti dengan ‘...setelah magrib’ karena supermarket itu tutup Bu setelah isya.”  Dan sang guru berusaha menahan tawa mendengar jawabannya.

 

Guru juga harus dapat merancang kegiatan belajar di kelas bisa menyenangkan namun sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh sekolah. Ini bisa menyenangkan jika memang memiliki passion menjadi guru. Namun, ini juga bisa menjadi sebuah tantangan bagi seseorang yang mungkin memiliki passion lain, namun ‘tak senagaja’ menjadi guru. Karena merancang kegiatan pembelajaran butuh mensinkronkan antara pikiran dan ‘dunia anak’ dengan target dari sekolah yang dibuat oleh dunia ‘orang dewasa’.

 

Guru diharapkan untuk selalu dapat menemukan kelebihan dan potensi anak. Bayangkan apa sih tujuan para orangtua menyekolahkan anaknya? Salah satunya adalah agar anak bisa survive kini dan juga nanti. Nah, untuk masa kini anak bisa survive dengan kemampuannya dalam melakukan ini dan itu yang dipelajari di sekolah. Nah, untuk bisa survive di masa depan, tentunya anak harus dapat menemukan potensinya di masa sekolah dan mewujudkan apa yang menjadi potensinya sejak itu terus hingga kelak ia dewasa.

 

Dan yang mungkin salah satu yang membedakan profesi guru dengan profesi lainnya adalah, guru seharusnya dapat ‘menuntaskan’ kebutuhan-kebutuhan pribadinya sebelum ia dapat berinteraksi dengan murud-muridnya. Dengan guru yang happy, tentunya akan membuat murid-muridnya siap untuk menjalani berbagai kegiatan belajar mereka.

Untuk kamu yang masih bersekolah, tertarik untuk memilih guru sebagai profesimu?

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview