Orang Lajang dan Jomblo di Kota Lebih Bisa Hidup Bahagia

Orang Lajang dan Jomblo di Kota Lebih Bisa Hidup Bahagia

Rakhmat RM
26 Sep 2017
Dibaca : 1046x

Guebanget.com- Kebahagian seseorang tidak dilihat dari kemakmuran hidupnya, atau kekayaan seseorang. Hidup kaya makmur tapi kalau sakit-sakitan, kurang bergaul juga sama saja. Kebahagiaan seseorang sangat relative tergantung dari kondisi mereka. Ada yang hidup sendiri tapi merasa bahagia karena dikelilingi teman-teman yang selalu ada buat dirinya, atau masih banyak lagi bentuk kebahagiaan.

Anak-anak muda kota merasa lebih bahagia lantaran mudahnya mengakses fasilitas public. Semakin orang lajang merasa berkecukupan, semakin kecil kemungkinannya merasakan emosi negatif

Ada yang berbeda dari pengukuran tingkat kebahagiaan Indonesia tahun ini. Bila pada 2014 pengukuran tingkat kebahagiaan hanya menggunakan dimensi kepuasan hidup, kali ini BPS menambahkan dua dimensi lain yakni dimensi perasaan (affect) dan dimensi makna hidup (eudaimonia). Sementara untuk dimensi kepuasan hidup, BPS membaginya lagi menjadi dua subdimensi yaitu subdimensi kepuasan hidup personal dan subdimensi kepuasan hidup sosial.

Berdasarkan klasifikasi wilayah, warga perkotaan lebih bahagia dengan skor 71,64, sedangkan indeks kebahagiaan warga perdesaan hanya mencapai 69,57. Berdasarkan jenis kelamin, ditemukan data yang menunjukkan laki-laki lebih bahagia dengan skor 71,12, sementara perempuan 70,30.
Anak-anak muda di bawah 24 tahun rupanya dinilai lebih bahagia daripada orang dewasa dan lanjut usia. Temuan menarik BPS lainnya adalah indeks kebahagiaan dengan klasifikasi status perkawinan. Mereka yang belum menikah tercatat memiliki skor kebahagiaan paling tinggi.

Banyak yang berasumsi, mereka yang tinggal di kota cenderung lebih stres dibanding warga pedesaan akibat lebih padatnya aktivitas, mulai dari di tempat kerja hingga di jalan. Namun ternyata, ada alasan-alasan yang mungkin membuat warga merasa lebih bahagia tinggal di kota.

Place berhubungan dengan kenyamanan tinggal di kota, mencakup penilaian warga terhadap keindahan atau kondisi lingkungan kotanya, seberapa bangga mereka tinggal di sana, serta seberapa mudah mereka mengakses ruang hijau dan fasilitas publik lainnya. Sementara, performance terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar, melingkupi penilaian warga terhadap layanan pemerintah kota semacam sekolah, fasilitas kesehatan, keamanan, serta fasilitas untuk orang miskin.

Soo,,,bukan berarti kalian takut untuk menikah karena merasa tidak akan dapat bahagia lagi ya kawan muda..(hehehe). Karena sesunggunya orang yang menikah mempunyai kebahagiaan tersendiri yang hanya mereka yang sudah menikah kebahagiaan itu. Dan tidak bisa dilihat dari survey atau penelitian, karena setiap pasangan yang menikah akan selalu dilimpahi kebahagiaan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved