Tutup Iklan
Tryout.id
Pejuang Beasiswa (Part. 1)

Pejuang Beasiswa (Part. 1)

Zeal
13 Sep 2017
Dibaca : 609x

Hai teman, perkenalkan aku adalah seorang mahasiswa di salah satu Universtias Negeri di Indonesia. Aku berhasil masuk di salah satu universitas favorit di Indonesia melalui jalur SNMPTN atau jalur undangan. Aku sangat bersyukur bisa kuliah di tempat ini, walaupun dengan keadaan keuangan keluarga yang sangat menipis tapi aku yakin Allah akan selalu membantu aku dan keluargaku disaat kami membutuhkan pertolongannya.

Aku akan membagikan kisah ini untuk kalian sebagai bekal agar bersemangat melanjutkan kuliahnya. Btw, perjuanganku dimulai pada awal bulan maret, disaat aku mengikuti salah satu seminar beasiswa di kampusku. Aku sangat tertarik untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut, aku berharap dapat sedikit meiringankan beban kedua orangtua ku. Aku pun mulai mendaftar dan mengumpulkan persyaratan apa saja yang harus di scan dan dikimkan kesana, pertengahan bulan mei di umumkan hasil seleksi administrasi melalui akun email masing-masing peserta, malam pukul 03.45 pagi aku pun biasa terbangun untuk melakukan kewajibanku sebagai seorang muslim, tetapi saat itu tiba-tiba aku sangat ingin membuka hp dan melihat apakah ada email untuk ku atau tidak, dan apakah yang terjadi? Aku mendapatkan email dari beasiswa itu, aku sangat takut untuk membukanya, dengan membaca basmallah aku pun membuka email tersebut. Alhamdulliah aku lolos seleksi administrasi beasiswa tersebut. Dengan sedikit meneteskan air mata aku pun sujud syukur kepada Allah atas rezeki yang aku terima saat ini. Terima kasih ya Allah.

Setelah hasil pengumuman seleksi administrasi di umumkan, tidak lupa setelah sholat subuh aku langsung menghubungi kedua orangtuaku dan memberitahukan bahwa aku lolos seleksi administrasi beasiswa. Seleksi administrasi pun berlalu dan tibalah saatnya untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu: seleksi wawancara. Seleksi wawancara ini dilaksanakan di salah satu kota di daerah Jawa Barat. Wawancara pun berjalan dengan baik, setelah wawancara berakhir aku hanya berdoa kepada Allah untuk di berikan yang terbaik untukku.

Akhir mei adalah hari yang sangat dinantikan olehku. Aku berharap akan mendapatkan yang terbaik. Sore hari ketika pukul 17.00, tiba-tiba sebuah notifikasi masuk melalui surelku. Lantas, aku pun bergegas membukanya. Ternyata, surel itu berisikan beberapa kalimat yang hingga kini masih aku ingat, “Tidak Diterima Sebagai Calon Penerima Beasiswa”. Spontan, aku terpaku diam entah apa yang harus aku lakukan, aku hanya duduk diam diatas kasurku. Aku marah, aku benci, aku kecewa, dan pada akhirnya aku pun menangis karena aku tidak kuat menahan emosi yang ada di dalam diriku.

Adzan magrib pun berkumandang, aku bergegas untuk mengambil air wudhu dan sholat magrib. Selesai sholat magrib aku berdoa kepada Allah,

“Ya Allah semoga ini adalah yang terbaik untukku, dan aku yakin telah kau siapkan rencana yang lebih indah untuk aku di kemudian hari.”

 Aku benar-benar tak bisa menahan kekecewaan yang ada di dalam diriku. Aku bukan marah kepada Allah, aku marah kepada diriku sendiri karena aku gagal mengurangi sedikit beban kedua orangtuaku.

Setelah sholat isya. aku menghubungi orangtuaku, untuk memberitahukan bahwa aku gagal untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Aku berbicara sambil menangis.

Lalu ibuku berkata,

“Alhamdullillah nak kamu mendapatkan ujian ini, mungkin ini adalah ujian dari perjuangan kamu unuk menjadi seorang guru yang hebat, tidak apa-apa bila gagal. Kamu tahu nak, ibunda nabi Isa A.S Beliau lari dari bukit safa’ ke bukit marwa’ sampai gagal sebanyak tujuh kali hanya untuk mendapatkan segelas air untuk anaknya. Tetapi dia tidak menyerah ia tetap terus berlari dari bukit satu ke bukit yang lainnya agar ia berhasil mendapatkan air untuk nabi Isa A.S dan bahkan sampai saat ini tempat itu di jadikan sumber mata air zam-zam. Tidak apa-apa nak, tetap semanagat jangan pernah menyerah dan selalu tetap berdoa kepada Allah , karena Allah pemilik kerajaan alam semesta ini.”

Aku brsyukur memiliki orang tua yang sabar dan tetap berjuang untuk menyekolahkan anak-anak nya sampai ke perguruan tinggi. Terima kasih ya Allah kau telah memberikan kedua orang tua yang hebat dan sungguh luar biasa.

Dengan adanya ujian ini aku menjadi semangat untuk belajar dan terus belajar agar dapat menjadi orang yang sukses dan dapat membahagiakan kedua orang tua ku serta keluarga ku yang lain. Aku percaya ayat Allah yang menjelakan tentang, Allah tidak akan memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hambannya. Berarti Allah percaya bahwa aku kuat dan mampu  menerima cobaan ini. Percayalah kawan Allah selalu ada di saat kamu susah dan senang, karena Allah adalah tempat kau kembali. (bersambung)

~Dina Salamah~

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview