Tutup Iklan
glowhite
Penerimaan Diri Juga Keluarga...

Penerimaan Diri Juga Keluarga...

Dika Mustika
5 Mei 2018
Dibaca : 182x

Beberapa waktu yang lalu, sungguh aku terhenyak dengan dua situasi keluarga. Dua keluarga yang berbeda dengan satu kondisi yang hampir sama. Entah bagaimana awalnya ku memperhatikan ini. Namun kupikir, pasti ada maksud mengapa aku bisa melihat dua situasi ini. Ada sebuah keluarga yang dikaruniai oleh Tuhan seorang anak berkebutuhan khusus. Keluarga ini adalah keluarga yang hidup berkecukupan. Namun aku baru mengetahui bahwa orangtua anak ini ternyata tinggal di luar kota. Sedangkan anaknya disekolahkan di kota yang berbeda. Terbayang betapa ketika anak membutuhkan orangtuanya, apakah anak ini  mendapatkan pemenuhan kebutuhannya secara penuh? Jangankan anak berkebutuhan khusus, yang mungkin membutuhkan lebih banyak perhatian. Anak lainnya yang sudah mandiri  pun, masih membutuhkan banyak perhatian orangtuanya dalam keseharian mereka. Nah, keluarga satunya lagi adalah keluarga dengan latar belakang ekonomi yang pas-pasan dengan orangtua yang memiliki pendidikan yang tidak tinggi juga. Walaupun dengan situasi seperti itu, namun orangtuanya berusaha mencari sekolah yang sesuai untuk anaknya yang merupakan anak berkebutuhan khusus.

Dua keluarga, dengan sama-sama memiliki anak berkebutuhan khusus. Namun ternyata ada perbedaan dalam pemenuhan kebutuhan perhatian terhadap anak. Keluarga pertama memang hidup berkecukupan, namun dengan anak terpisah kota seperti itu, apakah pemenuhan kasih sayang dan perhatian terpenuhi? Keluarga kedua adalah keluarga yang hidup pas-pasan, namun orangtuanya berusaha memenuhi kebutuhan kasih sayang dan perhatian anak. Walaupun hidup pas-pasan, namun masih berusaha mencarikan sekolah yang tepat.

Menurut seorang psikolog, untuk kasus keluarga yang pertama, kemungkinan ada masalah dengan penerimaan orangtua atas anak dengan berkebutuhan khusus ini. Keluarga ke dua tampaknya lebih menerima atas kondisi anak mereka. Kisah dua keluarga di atas bagaikan analogi, apa yang akan terjadi pada kita atau keluarga (anak) jika kita belum menerima diri dan segala perangkatnya.

Memang tidak mudah menerima kondisi memiliki anak berkebutuhan khusus. Mungkin ada banyak tanya, mengapa? Mengapa anak tidak terlahir dengan kondisi normal saja.  Ok, kita coba mundur saja. Jangankan menerima kondisi di luar kita. Terkadang, menerima kondisi diri dengan segala perangkat yang Tuhan berikan, belum dapat sepenuhnya kita lakukan. Ada tanya, mengapa dia seperti itu, namun aku begini? Aku pernah mendengar dalam seminar dan juga sebuah kajian. Penerimaan akan sesuatu adalah awal dari kesuksesan. Kondisi yang Tuhan berikan kepada kita adalah anugerah. Suatu kondisi tak kebetulan diberikan Tuhan kepada kita. Langkah awal memulai kesuksesan adalah menerima diri, lantas selanjutnya kita pakai kondisi yang kita punya untuk dapat survive dalam kehidupan ini. Survive itu dipengaruhi oleh diri dan juga lingkungan. Ketika seseorang belum menerima kondisi diri, ia akan terus sibuk dengan sejuta kata mengapa. Sedangkan hal yang harus dibenahi, justru menjadi terlupakan (baca: survive dalam hidup). Berbeda ketika kita sudah menerima kondisi diri. Kita kemudian dapat lebih fokus dengan bagaimana kita bisa survive dalam hidup ini. Betapa penerimaan atas suatu kondisi bisa mempengaruhi kesuksesan seseorang. Dan ternyata penerimaan diri bukan hanya atas diri saja, namun termasuk diri juga keluarga.

Nah, bagaimana pendapat kalian mengenai penerimaan diri juga keluarga dan pengaruhnya terhadap kesuksesan?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
Jasa Review