Garment
Garmen berbeda dari konveksi kaos dan tailor dari segi jumlah produksi. Pangsa pasar yang mereka incar pun juga berbeda. Biasanya garmen mensupply barang ke mall, supermarket dan yang lainnya.
Ciri khas dari garmen ini adalah penerapan metode Cut, Make, and Trim, ialah pemisahan pekerjaan pokok dari mulai memotong, menjahit, sampai dengan finishing. Semua pekerjaan pokok itu dikerjakan oleh bagian yang berbeda. Produk dari garmen pun berbeda dengan konveksi kaos apalagi tailor. Beberapa garmen ada yang fokus mengerjakan satu bagian saja. Misalnya, suatu garmen hanya mengerjakan kaos polos, maka pesanan yang mereka kerjakan hanyalah kaos polos.
Ada juga yang hanya menerima pesanan kemeja, maka produk yang mereka buat hanya kemeja. Biasanya produk garmen jumlahnya ribuan. Makanya produk yang dihasilkan tidak se-eksklusif konveksi kaos dan tailor. Kebanyakan perusahaan garmen biasanya merintis usaha dari menjadi konveksi terlebih dahulu.
Berbeda dengan garmen, konveksi kaos juga melakukan proses Cut, Make, and Trim, tapi secara terpadu. Meskipun konveksi kaos sudah bisa memenuhi permintaan dengan skala yang besar, tapi konveksi kaos belum melakukan segmentasi pekerjaan. Hal ini membuat proses controling dan finishing dipantau secara realtime dan di koreksi juga secara langsung. Singkat kata, konveksi kaos terlihat lebih luwes, ini karena konveksi kaos bisa menerima pesanan dari kuantiti sedikit sampai ribuan seperti garmen.
Tailor
Tailor ini cenderung ekskusif, Produk yang dihasilkan tailor pun bukan kaos dan pakaian santai lainnya, melainkan pakaian-pakaian formal dan semiformal. Tailor lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Tailor membuat pesanan benar-benar sesuai dengan keinginan perorangan, Baik ukuran, bahan, maupun model dikontrol sedemikian rupa sehingga sesuai dengan
