Privat Bimbel Versus Belajar di Sekolah

Privat Bimbel Versus Belajar di Sekolah

Nur Atinal Khusna
17 Sep 2017
Dibaca : 676x

       Posisi Indonesia dalam bidang pendidikan, saat ini berada pada urutan 108 di dunia. Secara umum, kualitas pendidikan tanah air berada di bawah Palestina, Samoa dan Moongolia. Dengan perbandingan jumlah penduduk yang menuntaskan pendidikan dengan yang putus sekolah adalah sebesar 4:1. Survei data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah.

       Sekarang ini, pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun yang setara dengan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas. Program Pemerintah tersebut tentunya sangat didukung oleh masyarakat kurang mampu dalam segi ekonomi, agar anak-anaknya mampu sekolah dengan biaya nol rupiah, guna mengubah nasib keluarganya. Dan pastinya, anak-anak mereka juga ingin mengenyam bangku pendidikan seperti teman-teman yang lainnya.

       Pada wilayah perkotaan, hampir sebagian besar penduduknya memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Latar belakang pendidikan yang tinggi tersebut, memunculkan berbagai sekolah tinggi negeri yang dibilang memiliki akreditasi yang sangat baik dan lingkungan yang sangat baik pula. Kedua hal tersebut, seharusnya selalu terpenuhi di sekolah-sekolah negeri di daerah perkotaan. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah mengenai sistem pembelajran dari guru yang terbilang instan, yang tidak semua guru memastikan bahwa murid-muridnya telah paham dengan materi yang mereka pelajari.

       Materi yang diterangkan oleh guru, biasanya sangat sedikit, dan tidak sampai dicermati ke otak murid-muridnya. Oleh sebab itu, banyak sekali siswa-siswa di daerah perkotaan yang lari ke bimbingan belajar untuk mendapatkan pemahaman yang lebih agar mengerti dengan materi yang dipelajari di sekolah mereka. Bimbingan belajar tersebut biasanya mereka dapatkan dari privat yang langsung datang ke rumahnya, karena hal itu dinilai lebih efisien.

       Akan tetapi, yang lebih miris adalah ketika menjadi pengajar privat apabila anak-anak yang mereka ajari berkata tidak tahu-menahu tentang materi yang diajarkan di sekolah. Mereka menjelaskan bahwa guru di sekolah kurang mampu menjelaskan dengan baik. Tentunya sebagai pengajar privet tidak ingin tinggal diam, dan bahkan mereka memiliki usaha keras agar semua materi yang dia jelaskan bisa dipahami oleh muridnya.

       Tentunya, sebagai insan akademia, hal ini menjadi contoh pelajaran bagi kita semua untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia yang dimulai dari lingkungan keluarga siswa, kemudian berlanjut ke lingkungan sekolah. Sekolah harus mengadakan evaluasi guru mengajar, untuk meningkatkan angka pemahaman siswa dalam mencerna materi dan peningkatan pencapaian studi di sekolah. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari pengawasan pemerintah, yang tidak hanya mementingkan sertifikasi untuk guru.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Kamu Suka Raisa atau Isyana?
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved