Sudahkah Profesional pada Diri?

Sudahkah Profesional pada Diri?

Dika Mustika
20 Jul 2018
Dibaca : 278x

Fokus, serius, atau tidak teralih adalah sikap-sikap yang memang diperlukan agar kita dapat menyelesaikan sebuah tugas dengan efektif. Orang-orang yang memiliki kepibadian dengan tipe ini, biasanya banyak dicari oleh perusahaan. Tapi tahukah kamu ternyata disamping berdampak pada perusahaan, sikap-sikap tersebut bisa membawa pada satu kondisi yang cukup sering memang menguntungkan bagi perusahaan, namun berdampak sebaliknya bagi (kesehatan) diri (dengan catatan jika orang ini mengalami kesulitan dalam memilah urgensi sikap). Misal: orang ini lebih memilih melanjutkan meeting hingga berjam-jam lamanya tanpa memperhatikan jadwal makan siang. Orang dengan tipe ini lebih sering mengabaikan kesejahteraan atau keselamatan diri dan mengedepankan urusan profesionalisme. Jika ini berlangsung terus dalam satu keseharian, apa yang terjadi pada (kesehatan) diri ini ya? Profesionalisme memang perlu, tapi sikap ini ternyata perlu dilakukan bukan hanya urusan pekerjaan semata, namun untuk urusan (kesehatan) diri pun tak kalah pentingnya.

 

Alangkah indah ketika bisa menjadikan profesionalisme terhadap urusan pekerjaan dan kesehatan diri ini tetap sejalan. Kepuasan terhadap pekerjaan didapat, badan pun dapat menikmati keberhasilan pekerjaan tersebut (baca: badan berada dalam kondisi sehat). Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa sebenarnya kita bisa optimal belajar atau bekerja ketika tubuh kita memproduksi dopamin. Nah, dopamin ini didapat ketika kita merasa bahagia. Jika kita berada dalam tekanan, bisa saja pekerjaan kita selesai, namun badan kita ‘sakit’. Temukanlah hal yang memang bisa membuat kita bahagia dalam urusan pekerjaan. Dengan bahagia ini lah produktivitas dapat terjaga juga badan kita pun mendapatkan haknya untuk sehat. Dalam kondisi bahagia juga ini lah kita dapat memberi makna pada pekerjaan kita. Bekerja bukan hanya mengejar produktivitas, namun ada makna lebih di dalamnya.

 

Menyeimbangkan pekerjaan dan kesehatan diri, pada praktiknya bukanlah hal yang mudah. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Apasaja sih yang bisa dilakukan untuk ini?

Mulailah dengan memperhatikan alarm tubuh. Ketika badan merasa drop, itu lah saatnya untuk profesional terhadap kesehatan diri. Beristirahatlah!

Jangan tunggu hingga sakit, berolahragalah dengan rutin. Jika kesulitan berolahraga di week day, pergunakanlah week end mu untuk berolahraga. ‘Leyeh-leyeh’ di rumah mungkin menjadi salah satu pilihan kegiatanmu ketika week end, tapi ingatlah dengan kamu berolahraga ini adalah investasi yang baik untuk tubuhmu.

Pekalah dengan ‘kesehatan’ psikismu juga. Jika merasa penat, jenuh, tertekan, dan berbagai perasaan negatif lainnya, berjedalah! Pelajari jeda seperti apa yang dibutuhkan oleh jiwamu. Perlu istirahatkah? Perlu refreshing-kah? Perlu makan-makanan yang menyenangkankah?

Rajinlah juga me-recharge kebutuhan diri atas pencerahan rohani. Rutinkan diri untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan membaca kita suci.

 

Apakah kamu sudah menyelaraskan perofesionalisme pekerjaan dan kesehatanmu?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved