Tutup Iklan
hijab
Tips Mengatasi Bayi Muntah, Mama Muda Wajib Tahu!

Tips Mengatasi Bayi Muntah, Mama Muda Wajib Tahu!

Maman Soleman
23 Jan 2018
Dibaca : 474x

Mama yang baik harus bisa membedakan antara muntah dengan gumoh. Pada muntah keluar isi lambung berupa susu atau sisa makanan dalam jumlah yang banyak dari gumoh (regurgitasi). Penyebab muntah pada bayi di antaranya tangisan yang berpanjangan atau batuk. Bila bayi Anda terlihat sehat dan berat badannya bertambah, maka Anda tidak tidak perlu khawatir.

Namun muntah bisa merupakan bagian dari gejala penyakit yang serius jika tanda-tanda berikut ada pada bayi, perut membengkak, muntah berkelanjutan sehingga tampak tanda dehidrasi seperti mulut yang kering, kurang air mata, ubun-ubun cekung dan buang air kecil berkurang. Muntah berwarna hijau menunjukkan kemungkinan adanya sumbatan usus, satu keadaan yang memerlukan perawatan segera. Apabila bayi Anda muntah, dia akan kehilangan banyak cairan. Penggantian cairan ini penting supaya bayi terhindar dari dehidrasi. Berikan bayi Anda larutan elektrolit atau oralit.

Penyebab lain muntah dan kembung pada bayi di antaranya hipersensitif saluran cerna biasa terjadi karena secara genetik atau bakat alamiah. Biasanya faktor keturunan sangat berperan. Gejalanya dapat berupa sering buang air besar 3 kali per hari atau lebih, sulit BAB, kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, buang air besar di celana, sering sendawa, sering kembung, sering buang angin dan buang angin bau tajam.

Berikutnya adalah gangguan fungsional. Gangguan saluran cerna ini umumnya hanya berbentuk gangguan fungsional bukanlah gangguan organik atau organ saluran bagian cernanya berkondisi normal dan baik-baik saja. Oleh karena itu bila dilakukan pemeriksaan seperti endoskopi, CT-Scan, USG atau pemeriksaan pendukung yang lainnya biasanya normal. Gangguan organik, seperti infeksi pencernaan, penyakit hirshprung, invaginasi, intususepsi, sumbatan usus, stenosis pilorik atau gangguan organik yang lainnya.

Pada umumnya gangguan organik yang berlangsung lebih berat seperti perut sangat keras dan besar, kembung berlebihan, muntah berlebihan (lebih dari 5-7 kali) kadang disertai muntah warna hijau, dan BAB mengandung darah berlebihan. Infeksi virus atau infeksi lainnya yang berlangsung di luar saluran cerna namun bisa mengganggu saluran cerna. Gejala infeksi virus kadang ringan seperti pilek, batuk dan demam. Karena selama ini keluhannya terasa ringan infeksi virus itu dikira selaku masuk angin. Oleh karenanya, penting untuk mempertimbangkan gejala yang terjadi pada bayi dan bersegera berkonsultasi dengan dokter anak.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab