Bolehkah memberikan vaksin difteri pada anak yang sedang sakit?

Bolehkah memberikan vaksin difteri pada anak yang sedang sakit?

Zeal
30 Jan 2018
Dibaca : 1753x

GueBanget - Tepatnya pada akhir tahun 2017, wabah penyakit difteri telah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa atau KLB di wilayah Indonesia. Wabah difteri ini umumnya menyerang anak-anak dan dapat menular ke orang lain melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan penderita. Penyebab wabah difteri ini ialah sebuah bakteri, dimana bakteri ini dapat menghasilkan sebuah racun yang dapat merusak jaringan manusia, khususnya pada hidung dan tenggorokan. Dalam upaya pencegahan difteri ini, maka dilakukanlah pemberian vaksi, khususnya pada anak-anak..

Dalam situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemerintah saat ini masih akan tetap berusaha untuk menyelesaikan KLB penyakit difteri ini dengan melakukan penjaminan akan ketersediaan vaksin difteri untuk outbreak respons immunization (ORI), dimana ORI ini adalah prosedur standar dalam menangani KLB suatu penyakit yang dalam hal ini ialah difteri, yang hanya dapat dicegah melalui imunisasi. Adapun Sasaran dari ORI ialah anak telah menginjak usia 1-19 tahun.

Karena penyakit ini tergolong berbahaya dan dapat menular ke siapa saja, termasuk pula anak-anak. Maka para orang tua hendaknya segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan yang ada di daerah masing-masing guna mendapatkan vaksin difteri tersebut. Lantas bagaimana kalau anak sedang sakit, bolehkah mendapatkan vaksin difteri?

Dalam situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, jika anak hanya mengalami batuk pilek ringan dan tidak ada gejala demam, maka kondisi tersebut masih bisa mendapatkan vaksin difteri yang sesuai dengan usianya. dr. Dyah Novita Anggraini, pun menambahkan bahwa kita dapat menunda imunisasi difteri tersebut, bila saat itu anak mengalami demam dengan suhu di atas 37.5 derajat celcius ataupun memiliki riwayat kejang-kejang setelah melakukan imunisasi. Kalaupaun imunisasi anak tertunda ataupun belum lengkap, maka segeralah lengkapi di fasilitas kesehatan terdekat yang ada di daerah masing-masing.

Adapun Daftar vaksin difteri yang telah lengkap berdasarkan situs resmi IDAI ialah sebagai berikut:

Usia anak yang kurang dari satu tahun harus mendapatkan vaksin difteri (DPT) sebanyak tiga kali
Usia Anak yang telah menginjak 1-5 tahun harus mendapatkan dua kali imunisasi secara ulangan
Anak yang telah berusia sekolah akan mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yaitu pada siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 ataupun sampai kelas 5. Selepas itu, imunisasi ulangan pun dilakukan setiap 10 tahun, dan itu telah termasuk orang dewasa.

Mengenai gejala yang timbul seteleh imunisasi, kita hanya cukup memberikan penanganan kecil saja. Bila anak mengalami demam, bengkak, dan terasa nyeri pada area bekas suntikan, maka gejala itu merupakan reaksi yang normal dan akan hilang begitu saja dalam 1 sampai 2 hari. Namun ketika anak mengalami gejala demam ataupun mengalami pembengkakan pada  area sekitar lokasi bekas suntikan, makak kita dapat memberikan obat penurun panas pada anak. Adapun ketika gejala demam tersebut terus menerus terjadi dan tak kunjung sembuh, maka segeralah periksa ke dokter terdekat untuk penanganan selanjutnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved