Tutup Iklan
Tryout.id
Jepang Menjadi Komoditas Ekspor Film Dewasa

Jepang Menjadi Komoditas Ekspor Film Dewasa

Rakhmat RM
26 Sep 2017
Dibaca : 251x

Guebanget.com- Sekali lagi Jepang Negara akan segala rupa seperti halnya tentang film dewasa atau yang lebih dikenal pornografi. Sejarah pornografi Jepang ala Shokushu Goukan bisa dilacak hingga 1814 dari novel karya Hokusai Katsushika yang berjudul The Dream of the Fisherman's Wife. 

Di Jepang, nyaris segala bentuk pornografi bisa Anda temukan. Jika Anda menyukai persilangan antara kepuasan birahi sembari menikmati biota laut, ada genre Shokushu Goukan atau tentacle rape yang menghadirkan imaji perempuan diperkosa oleh gurita. Perempuan tentu nyaris selalu jadi obyek kenikmatan, mereka tak punya pilihan untuk jadi pihak dominan. 


Disebutkan bahwa dua seniman gambar asal Jepang, Toshio Saeki dan Masami Teraoka, menjadi nama penting dalam kancah erotika artistik dalam manga. 

Lima tahun terakhir ini, kancah film porno Jepang diramaikan oleh sosok manula yang menjadi bintang utama. Sesosok kakek yang usianya lebih dari 70 tahun banyak dicari sebagai pemeran utama dan dinikmati tidak hanya oleh orang Jepang sendiri, tapi orang-orang di seluruh dunia.

Nama kakek itu adalah Shigo Touda. Lahir 18 Augustus 1934 di Chūō, Tokyo, Jepang, ia dikenal sebagai kakek legendaris dalam industri film porno negeri matahari terbit. Ciri fisik Kakek Shigeo tidak ada bedanya dengan manula seusianya. Ia tidak tampan, tidak juga gagah dengan otot kencang, apalagi penampilan parlente yang memukau. Pria berusia 84 tahun ini akan sangat mudah dianggap kakek biasa jika bukan karena profesinya

Ia tampil dalam berbagai karakter yang memanjakan imajinasi laki-laki seperti kakek dengan cucunya, kakek dengan tetangganya, kakek dengan orang asing, dan yang tak normatif lain. Tentu semua pasangan si kakek hanya berperan sebagai pelengkap penderita saja.

Kehadiran Kakek Shigeo—dan industri porno Jepang secara keseluruhan—adalah sebuah ironi di negaranya.

Namun, negara fakir seks ini menjadi salah satu raksasa industri film porno. Japan Adult Video setiap tahun memproduksi penghasilan hingga $20 miliar. Genre Manula adalah salah satu fetish yang banyak dicari oleh penonton, dan seri Kakek Shigeo adalah salah satu yang paling laku. 
 

Hemmmm ,,,, kalau semua diisi film porno, bagaimana dengan film yang normal apa laku ya….
 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2017 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2017 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
SabunPemutih