Tutup Iklan
ObatKolesterol
Ketika Anak Mengeluh Bosan Belajar...

Ketika Anak Mengeluh Bosan Belajar...

Dika Mustika
7 Mei 2018
Dibaca : 40x

Pagi tadi seorang teman yang seorang notabene seorang psikolog menceritakan pengalamannya ketika menangani seorang anak. Temanku itu mendapatkan keluhan dari orangtua anak tersebut mengenai anaknya yang sudah 2 minggu selalu mengeluhkan sekolahnya. Anak tersebut merasa bosan (menurut orangtuanya). Nah, menurut ilmu psikologi, ternyata anak usia sekolah dasar kelas awal, sebenarnya belum mengenal kata bosan. Mengapa? Karena memang anak-anak usia seperti itu belum mengenal berbagai aktifitas, selain itu mereka juga memang (seharusnya) tidak masalah melakukan hal yang berulang, seperti bermain misalnya.

 

Nah, di sini lah peran psikolog memang dibutuhkan. Ketika menangani masalah anak, psikolog mencoba untuk mencocokkan data perkembangan anak pada usia tertentu dengan masalah. Ketika ada ketidakcocokan antara tahapan perkembangan dengan masalahnya, bisa jadi salah identifikasi masalah atau karena ada intervensi dari lingkungan luar. Menurutku, peran psikolog ini cukup menarik, ia bagaikan seorang detektif yang menelusuri sebuah kasus melalui pencocokan berbagai data hingga kemudian menuju kepada sebuah kesimpulan.

 

Ok, kembali lagi ke kisah awal mengenai anak yang bosan. Ternyata ketika digali lagi, bahwa anak tersebut memang tepat mengidentifikasi perasaan bahwa ia bosan, selanjutnya kita cari akar kebosanan tersebut. Apakah ia mengalami kesulitan dalam mata pelajaran di mana ia merasa bosan? Atau sebaliknya ia bosan karena merasa butuh tantangan lebih. Di sini lah dibutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak. Untuk Ayah Bunda yang mengalami ini, sangat dibutuhkan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Begitupula jika hal ini justru teridentifikasi oleh pihak sekolah (jika Anda seorang psokolog, guru, atau pihak yang concern terhadap pendidikan), hendaknya berkomunikasi dengan pihak orangtua.  Intinya, dalam mengidentifikasi masalah anak, ini membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak, bukan hanya untuk mendapatkan datanya saja, namun untuk melakukan tindak lanjut  ketika sudah didapatkan sebuah kesimpulan.

 

Nah, akan ada tindak lanjut yang berbeda untuk kesimpulan yang berbeda. Jika anak disimpulkan mengalami kesulitan, bisa dilakukan tindak lanjutnya berupa dengan memberikan tahapan atau modifikasi metode pengajaran anak ini. Jika kesimpulannya adalah anak ini membutuhkan tantangan lebih, bisa juga dengan diberikannya wawasan apa saja yang bisa ia kembangkan ketika ia sudah menguasai suatu konsep. Misal: dengan ia membuat karya gambar atau 3 dimensi berdasarkan konsep yang sudah dipahaminya, sesuaikan juga ide karya ini dengan minatnya.

 

Nah, menarik bukan ternyata bisa ada berbagai alasan di balik bosannya anak mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview