Tutup Iklan
ObatKolesterol
Ketika Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi Perlu Dibenahi...

Ketika Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi Perlu Dibenahi...

Dika Mustika
13 Jun 2018
Dibaca : 33x

Hidupmu hanya sekali dan tak akan terulang lagi, isilah hidupmu dengan bijaksana. Kurang lebih itu adalah salah satu insight yang kudapatkan dari serial Korea yang sedang aku ikuti. Menariknya, serial ini menceritakan tentang hal yang memang sangat mungkin terjadi di zaman milenial seperti sekarang ini. Ini mengenai keseimbangan antara dunia kerja dan hubungan pribadi.

Kisah dalam serial Korea yang sedang kuikuti hampir mirip dengan kisah yang pernah diceritakan seseorang beberapa waktu lalu. Ia bekerja di sebuah perusahaan yang sedang berkembang, ia kompeten dengan pekerjaannya, ia pun memiliki hubungan yang cukup baik dengan rekan kerja maupun para atasan. Namun memasuki tahun ke sekian dia bekerja, ia merasa ada sesuatu yang perlu dibenahi dalam kehidupan pribadinya. Waktunya habis terlalu banyak untuk urusan pekerjaan. Diambillah kemudian keputusan resign saat itu. Banyak orang yang mempertanyakan keputusannya, termasuk atasannya. Alasannya sederhana dan ajaibnya, alasannya mirip dengan kisah yang kutonton di serial Korea tersebut. Ia resign, karena ingin mendapatkan kembali hidupnya. Hidup yang bisa berjalan dengan ritme yang normal, hidup dengan menjalin hubungan harmonis dengan keluarga, juga dengan lingkungan pertemanan lainnya (di luar lingkungan kerja). Karena definisi bahagia baginya bukanlah (hanya) karir yang semakin berkembang, tapi ada hal lain yang belum ia dapatkan.

Ya, ternyata bukan hanya pengalaman temanku saja yang merasakan harus membenahi keseimbangan hidup. Ini menjadi masalah yang cukup banyak dihadapi para pekerja di zaman ini. Kembali lagi mengenal hakekat hidup, “Hidup hanya satu kali maka isilah dengan bijaksana!” Coba kita lihat juga tujuan kita bekerja, ada berbagai tujuan di sana, ada untuk keluarga, atau untuk eksistensi diri. Intinya apa pun itu tujuan bekerja, semua bermuara pada diri. Dan ingatlah jika kamu memperhatikan diri dengan baik, perhatikanlah ia secara utuh. Bukan hanya pekerjaan yang bisa membahagiakan diri, namun ada juga kehidupan pribadi di sana. Coba berdialog dengan diri, “Apakah benar ini pekerjaan yang kau cintai”, “Apakah benar ini pekerjaan yang menyayangi dirimu?”, “Apakah benar ini pekerjaan yang bisa membawa kebahagiaan untukmu?”, dan “Apakah ini pekerjaan yang bisa membawa kebaikan dalam hidupmu kini dan juga nanti?” Jika jawabanmu adalah “Ya” bersyukurlah kamu dan nikmatilah setiap detil pekerjaanmu. Tapi dengan catatan kamu sudah memperhatikan keseimbangan hidupmu ya. Bahagia bisa berarti oke di pekerjaan juga oke dalam kehidupan pribadimu.  

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab