Tutup Iklan
Tryout.id
Olahraga, Membuat Stress atau Bahagia?

Olahraga, Membuat Stress atau Bahagia?

Dika Mustika
6 Feb 2018
Dibaca : 287x

Di suatu pagi, aku pernah berlari pagi bersama dengan teman. Biasanya aku akan meninggalkan lintasan lari, jika aku sudah berlari 7 keliling. Jika belum, aku belum mengizinkan diri untuk beristirahat. Mengapa? Karena aku menargetkan diriku paling tidak harus berlari paling sedikit ya 7 keliling. Yang kurasa memang kepayahan, namun aku tahu ini untuk kebaikan diri. Dalam kepayahan itu, ada sedikit ‘stress’ ketika sebenarnya aku ingin beristirahat, tapi aku masih menunaikan ‘kewajiban’ berlari tersebut. Berbeda dengan yang kurasakan ketika aku berlari bersama dengan temanku. Putaran lari awal, kami lalui dengan berlari. Namun ketika memasuki lintasan yang ke-2 kami lalui dengan berlari kecil, bahkan sambil mengobrol. Dan lintasan selanjutnya kami malah berjalan, bukan jalan cepat, tapi jalan santai. Setelah itu temanku mengajak untuk menepi terlebih dahulu untuk beristirahat dan minum. Aku yang belum terbiasa dengan ‘lari’ seperti itu mengikuti saja dahulu dan belum bertanya.

 

Ketika kami duduk sambil selonjor kaki, dia bertanya biasanya aku lari berapa keliling. Kujawab bahwa aku biasanya lari 7 keliling baru beristirahat. Dia mempertanyakan, apa aku tidak merasa lelah dengan lari 7 keliling itu. Kuceritakan saja sama seperti yang aku ceritakan tadi di awal. Nah, akhirnya dia menjelaskan (tanpa aku bertanya) bahwa salah satu tujuan olahraga baginya adalah agar merasakan lebih relaks dan bahagia, karena melalui olahraga itu hormon endorfin dan dopamin dapat diproduksi. Nah, ketika kita merasa stres dengan olaharaga itu sendiri, bukannya dopamin yang diproduksi, namun kortisol (hormon stres). Hormon kortisol ini diproduksi ketika kita memaksakan diri dalam berolahraga, khususnya bagi orang yang jarang berolahraga. Jika ini terjadi, ya tidak tercapai juga tujuan bahagianya. Makanya ia lebih suka jika olahraga tidak diforsir, tapi dinikmati saja.

 

Akhirnya obrolan kami di pagi itu memberikan pemahaman baru tentang tujuan olahraga. Jika memang ingin olahraga untuk dinikmati, berjedalah jika kalian lelah. Jangan dipaksakan, karena nantinya malah membuat stress. Namun akan berbeda jika olahraga untuk tujuan prestasi atau jika ada target tertentu yang ingin kamu dapatkan dari olahraga tersebut. Misal: kamu ada target untuk menurunkan berat badan, target prestasi ingin profesional di olahraga tertentu, ini beda lagi ya. Mungkin memang diperlukan displin jika tujuan olahragamu untuk profesionalisme.

Apakah tujuan olahragamu? Sesuaikan ritme olahraga dengan tujuan olahragamu ya!

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
SabunPemutih