Tutup Iklan
glowhite
Tips Bebaskan Diri dari Rasa Nyeri

Tips Bebaskan Diri dari Rasa Nyeri

Maman Soleman
23 Jun 2018
Dibaca : 312x

Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri pada suatu waktu. Jangan membiarkan rasa nyeri bila berlangsung lama, supaya tidak bertambah gawat.

Nyeri merupakan cara tubuh mengirimkan peringatan ke otak bahwa ada sesuatu yang salah dengan bagian tubuh tersebut, misalnya karena cedera atau suatu penyakit. Rasa nyeri sebenarnya membantu kita menghindari ancaman dari luar maupun dari dalam tubuh.

Gerak refleks tangan kita saat menghindari sumber panas api atau gerak refleks kaki menghindari batu sandungan merupakan bagian dari kemampuan tubuh untuk merasakan nyeri. Kita pun menghindar sebelum betul-betul terjerumus dalam bahaya.

Contoh lain adalah sakit kepala atau rasa pegal di bahu dan leher saat flu. Kondisi tersebut sebenarnya merupakan bahasa tubuh untuk mengingatkan bahwa kita berada pada bahaya ancaman penyakit yang lebih berat. Terlebih bila Anda tidak menanggapinya dengan mulai beristirahat.

Rasa nyeri dlmiliki i manusia karena adanya jaringan saraf yang tersebar di seluruh tubuh. Ujung-ujung saraf yang sangat sensitif tersebar sangat rapat di seluruh permukaan kulit dan mukosa atau lapisan kulit lunak yang terdapat pada bibir, hidung, kelopak mata, dan lain sebagainya.

Ujung saraf di dalam dan di antara kulit Anda bisa merasakan nyeri seperti halnya rasa panas, dingin, sentuhan, dan tekanan. Saat terjadl cedera pada tubuh, ujung saraf akan mengirimkan pesan ke sumsum tulang belakang dan kemudian ke otak. Metode pereda nyeri bekerja dengan menghambat pesan nyeri atau mengurangi efeknya pada otak.

Bagi kebanyakan orang, nyeri memiliki penyebab jelas, misalnya cedera, dan tidak berlangsung lama. Inilah yang disebut nyeri akut. Nyeri menjadi kronis saat berlanjut setelah cedera atau luka diobati. Penyebab nyeri kronis kadangkala sulit diatasi. Dalam kondisi seperti itu, nyeri itu sendiri telah menjadi penyakit. Penting untuk mengobati penyebab nyeri.

Namun apapun penyebabnya, meredakan nyeri juga penting. Nyeri berat yang tidak mereda bisa berakibat buruk pada kondisi fisik, emosi, sosial, dan spiritual, pada orang yang terkena dan keluarga serta kariernya.

Banyak cara mengungkapkan rasa nyeri. Contohnya, terasa seperti ditusuk, panas serupa jilatan api, pegal linu yang menjalar, atau nyeri yang nikmat bila ditekan. Dalam beberapa kasus, nyeri bisa ditentukan atau ditunjuk lokasinya dengan pasti oleh penderita. Namun, ada rasa nyeri yang tidak jelas dan bisa berasal dari berbagai bagian tubuh mana pun.

Mengungkapkan rasa nyeri tidak berarti Anda lemah. Mengatakan nyeri yang dirasakan dan seberapa beratnya, akan membantu petugas kesehatan dalam mengatasi penyebab nyeri dan memilih cara terbaik dalam meredakannya. Kemudian mereka akan melihat apakah pengobatan yang diberikan bekerja dengan baik.

Setiap orang bisa mengungkapkan perasaan nyeri yang berbeda-beda. Berat tidaknya atau jenis nyeri yang Anda rasa tidak sama dengan yang dirasakan orang lain, meski mereka mengalami operasi atau jenis cedera yang sama. Nyeri merupakan perasaan yang sangat pribadi. Bisa berubah oleh sesuatu hal seperti faktor fisik dan emosi, budaya dan keyakinan, nyeri sebelumnya dan suasana hati.

Ada dua jenis nyeri, yaitu nyeri akut dan nyeri kronis. Nyeri akut dirasakan bila timbul setelah trauma atau nyeri yang segera menyertai suatu penyakit. Bila keluhan nyeri berlangsung terus-menerus selama lebih dari enam bulan, disebut nyeri kronis. Nyeri akut yang tidak diobati hingga tuntas biasanya akan menjadi kronis. Nyeri kronis lebih sulit diatasi. Untuk itu, disarankan pasien tidak menunda pengobatan nyeri akut.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
glowhite