Tutup Iklan
hijab
Wabah Penyakit Legiuner Menyebar di Disneyland, AS

Wabah Penyakit Legiuner Menyebar di Disneyland, AS

Nur Atinal Khusna
13 Nov 2017
Dibaca : 460x

Taman hiburan Disneyland di Anaheim, Amerika Serikat, Sabtu, 11 November 2017. Digemparkan oleh wabah penyakit Legiuner, yang menyerang 12 orang, 9 di antaranya tamu atau karyawan di taman hiburan Disneyland.

Atas musibah tersebut, tempat hiburan populer itu tutup dan membersihkan cemaran di dua menara pendinginnya. Salah satu dari tiga penderita penyakit pernafasan itu, yang tidak terkait dengan Disneyland, kondisinya parah.

Penyakit ini berakibat fatal pada seseorang yang memiliki masalah kesehatan tambahan, kata Jessica Good dari Badan Kesehatan Wilayah Orange. Penyakit Legiuner merupakan penyakit infeksi paru-paru, yang disebabkan oleh bakteri Legionella dan dapat menyebabkan penyakit pernafasan serta pneumonia yang berpotensi fatal. Orang tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan sangat berisiko terjangkit bakteri tersebut.

Pamela Hymel sebagai petugas utama kesehatan untuk Walt Disney Parks and Resorts, mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa setelah mengetahui keberadaan Legiuner, pejabat taman tersebut memerintahkan menara pendingin diberi bahan kimia untuk menghancurkan dan mematikan bakteri penyakit tersebut.

Menara pendingin menyediakan air dingin untuk berbagai kegunaan di Disneyland dan mengeluarkan uap atau kabut, yang dapat membawa bakteri Legionnella.

Sejak dahulu, Disneyland yang dibuka pada 1955 milik The Walt Disney Company menarik puluhan ribu pengunjung dalam sehari.

Hymel mengatakan bahwa petugas kesehatan setempat telah meyakinkan pengunjung bahwa tidak ada lagi risiko penyakit bagi tamu atau pegawai taman tersebut. Tidak ada informasi mengenai kondisi 11 korban yang tersisa, karena undang-undang kerahasiaan pasien.

Menurut badan kesehatan Wilayah Orange (OCHA), Legionella menyebar lebih banyak di Amerika Serikat dan di Wilayah Orange. Sebanyak 55 kasus telah dilaporkan hingga Oktober 2017. Dibandingkan dengan 53 kasus untuk keseluruhan pada tahun2016, dan 33 kasus pada 2015. Gejala akan berkembang 2 sampai 10 hari setelah terkena bakteri tersebut, termasuk demam, menggigil, batuk, sakit otot, dan sakit kepala. Penyakit tersebut dapat diobati dengan antibiotik, yang bisa menyembuhkan gejala dan mempersingkat lamanya sakit. Penyakit legiuner ini belum bisa dinyatakan sebagai penyakit yang tidak menular.

Diagnosis penyakit legiuner biasanya melalui tes darah atau urin, serta identifikasi bakteri di dahak dan sekresi saluran pernafasan. Sinar-X pada bagian dada juga dapat dilakukan. Tetapi hal ini sulit dilakukan, karena menunjukkan perkembangan akumulasi cairan di sekitar paru-paru.

Jika tidak segera diobati, penyakit legiuner biasanya memburuk selama minggu pertama dan dapat berakibat fatal. Komplikasi bisa terjadi termasuk shock, gangguan ginjal, pernafasan, dan multi-organ.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes