Waspada dengan Kondisi Jet Lag yang Menyebabkan Ashfar Sinclair Meninggal Dunia

Waspada dengan Kondisi Jet Lag yang Menyebabkan Ashfar Sinclair Meninggal Dunia

Admin
25 Feb 2020
Dibaca : 588x

Kepergian suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair disinyalir karena jet lag dan kaitannya dengan olahraga yang dilakukannya. Menurut salah satu rekan sesama aktor yaitu Evan Sanders menduga bila penyebab meninggalnya Ashraf Sinclair yaitu karena adanya ketidakseimbangan dalam rutinitas olahraga yang dijalaninya. Seperti diketahui bahwa Ashraf Sinclair baru saja pulang dari New York, Amerika Serikat. Beberapa informasi yang didapat dari teman dekat, kemungkinan kondisi Ashraf sebenarnya masih jet lag dan selama di Amerika tidak menjalankan aktivitas olahraga sehingga kemudian Ashraf memaksakan diri untuk berolahraga padahal kondisi tubuh belum pulih dari jet lag. Setibanya di Indonesia karena pola hidup yang selalu olah raga itu dilakukan oleh Ashraf meskipun masih dalam kondisi jet lag, itu dugaan sementara rekan sesamanya.

Lalu apakah yang disebut dengan jet lag? Jet lag disebut juga dengan mabuk pascaterbang atau penat terbang. Yang sebenarnya istiklah tersebut merujuk pada gangguan tidur akibat perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat terbang dengan melalui zona waktu yang berbeda. Dan gangguan tidur tersebut dapat berupa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari. Pada umumnya, sesorang akan mengalami jet lag bila melakukan perjalanan hingga 13 jam atau lebih.

Adapun penyebab dari jet lag yaitu terjadi ketika tubuh tidak dapat menyesuaikan diri dengan waktu setempat saat bepergian melintasi zona waktu yang berbeda. Ini terjadi karena tubuh mempunyai jam biologis yang masih sama dengan zona waktu sebelumnya. Jam biologis ini dinamakan irama sirkadian yang membuat seseorang terjaga pada siang hari dan tidur di malam hari. Dengan semakin banyak zona waktu yang dilewati maka akan semakin panjang waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan waktu setempat. Gejala dari kondisi jet lag yang paling umum terjadi yaitu mengantuk pada siang hari dan tidak dapat tidur di malam hari sehingga baru bisa tidur ketika menjelang dini hari.

Gejala lainnya yang terjadi akibat jet lag yang dikutip dari HelloSehat yaitu :

  • Gangguan tidur seperti insomnia, bangun terlalu awal atau mengantuk berlebihan
  • Kelelahan di siang hari
  • Merasa gelisah
  • Sakit kepala
  • Dehidrasi
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Daya ingat menurun
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Sembelit, gangguan pencernaan atau diare
  • Tidak enak badan
  • Perubahan mood

Gejala jet lag pada umunya akan membaik setelah beberapa hari sehingga hal ini tidak membutuhkan pengobata secara khusus. Namun ada beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah serta mengatasi jet lag yaitu :

1.Antisipasi perubahan zona waktu denga cara tidur dan bangun lebih cepat atau lebih lama dari biasanya, beberapa hari sebelum penerbangan.

2.Pilihlah penerbangan yang tiba di tujuan pada siang hari menjelang sore dan usahakan untuk tidak tidur hingga pukul 22.00 waktu setempat.

3.Jangan lupa mengubah jam sesuai waktu di tempat tujuan agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan waktu setempat.

4.Minum air putih secukupnya baik selama penerbangan maupun setelah tiba di tempat tujuan agar dapat mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat memperparah gejala jet lag.

5.Hindari alkohol dan kafein dalam jangka waktu 3-4 jam sebelum tidur karena kedua minuman tersebut dapat membuat susah tidur.

6.Hindari konsumsi makanan berat sesaat sebelum pesawat mendarat.

7.Pastikan tubuh terpapar sinar matahari pada saat sampai di tenpat tujuan karena bila berdiam diri di dalam ruangan dapat memperparah gejala jet lag.

8.Gunakan penyumbat telinga dan penutup mata untuk mengurangi suara serta paparan cahaya selama tidur di dalam pesawat.

9.Hindari melakukan aktivitas atau olahraga yang berat selama irama biologis tubuh belum sesuai dengan waktu setmpat akibat jet lag.

Dilansir dari website Dokter Sehat bahwa bila waktu tidur kurang namun tetap berolahraga maka dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Dan yang lebih parah lagi bila melakukan olahraga berat pada saat kondisi jet lag yang belum pulih dapat menyebabkan kematian mendadak karena serangan jantung.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved