Tutup Iklan
powerman
Bagaimana Rumah Tangga di Era Digital

Bagaimana Rumah Tangga di Era Digital

Rakhmat RM
13 Sep 2017
Dibaca : 371x

Guebanget.com- Perkembangan zaman sudah semakin pesat hingga membuat semua menjadi mudah dengan adanya produk-produk batu yang lebih canggih dalam bentuk digital, yang mempermudahkan para wanita dalam urusan rumah tangga. Buat para wanita karir yang sekaligus seorang ibu rumah tangga juga dimudahkan bekerja dirumah dengan kemudahan.

Aneka kemudahan telah dibuat mungkin dengan keberadaan internet, termasuk fleksibilitas tempat kerja. Beberapa perusahaan memungkinkan karyawannya untuk bekerja jarak jauh alias tidak perlu hadir di kantor selama pekerjaan bisa dituntaskan tepat waktu. 

Mengirim dokumen? Cukup gunakan e-mail. Berdiskusi dengan rekan kerja atau klien? Manfaatkan aplikasi pesan. Butuh meeting tetapi tidak bisa hadir di kantor? Bisa memilih video call. Cara bekerja karyawan di era digital seperti sekarang telah bergeser, melahirkan suatu gaya hidup baru: digital nomad. Bekerja sekaligus melanglang buana bisa dilakukan bersamaan.


Saat hal ini terjadi, batasan antara sisi privat dan publik dalam kehidupan seseorang pun bisa lebur. Tidak cuma dalam terkait aktivitas bepergian saja. Campur tangan teknologi pun memungkinkan seseorang untuk tetap berada dirumah pekerjaan rumah selesai tetapi pekerjaan kantor juga selesai, atau dengan di rumah bisa juga bekerja mendapatkan penghasilan lewat digital dan internet. Kini, bukan mustahil bagi milenial atau generasi penerusnya untuk bekerja dari rumah. Bahkan, istilah work-at-home mom/dad pun muncul berkat sokongan perkembangan teknologi informasi.

Bagi sebagian perempuan, kehadiran anak menciptakan keterikatan tersendiri yang membuatnya ingin lebih lama berada di rumah. Separuh bisa jadi memilih berhenti total bekerja, tetapi mereka yang punya ambisi besar terus berkarya atau berbisnis bisa mengakali situasi ini dengan memindahkan pekerjaan ke rumah. Sekali rengkuh, dua tiga pulau terlampaui. 


Mengurus anak penuh waktu dimungkinkan, mencari pemasukan selain dari suami pun bisa dilakukan. Dengan tetap mempertahankan aktivitas bekerja, para ibu pun bisa menyalurkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk hal yang produktif dan disenangi tanpa perlu mengorbankan perkembangan diri mereka sendiri ataupun keluarga. Hal serupa pun bisa dilakukan laki-laki sebagaimana Gery isyaratkan.


Meski teknologi digital dianggap menjadi pendukung negosiasi pembagian peran dalam rumah tangga, bukan berarti hal ini tidak punya cacat cela. Menggabungkan dua ranah di satu lokasi bisa jadi memicu kejenuhan lebih dini. Saat ada masalah dalam pekerjaan yang dikerjakan di rumah misalnya, potensial emosi terlampiaskan ke orang sekitar, termasuk ke anak atau pasangan yang ada di sana. 



Selain itu, alih-alih bisa membagi waktu yang adil untuk keluarga dan pekerjaan, sangat mungkin terjadi ketimpangan dalam mengelola waktu dan perhatian saat rumah dijadikan tempat kerja. Klien mengejar-ngejar penyelesaian pekerjaan dibarengi latar suara tangisan anak tentu saja jadi mimpi buruk yang mesti dipikirkan antisipasinya oleh mereka yang memilih bekerja di rumah. 
 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview