Janganlah terburu-buru...tidak Baik buat Kamu

Janganlah terburu-buru...tidak Baik buat Kamu

Dika Mustika
30 Okt 2017
Dibaca : 896x

Pagi tadi seperti biasa aku mencoba untuk menikmati perjalanan pergi kerja. Nah, pagi tadi aku belajar sesuatu dari jalur cepat. Apa itu jalur cepat? Aku ceritakan ya. Untuk menuju ke tempat kerjaku, aku harus melalui jalan raya dengan 4 jalur. 2 jalur ke arah utara dan 2 jalur ke arah sebaliknya. Nah setiap arah terbagi menjadi 2 jalur lagi, jalur lambat yang biasanya dilalui oleh kendaraan umum dan jalur cepat yang biasanya digunakan untuk orang yang memang butuh cepat tiba di tempat tujuan atau untuk orang yang akan berbalik arah ke jalur yang sebaliknya. Nah, jalur yang aku tempuh adalah pilihan yang terakhir. Aku harus memasuki jalur cepat karena aku perlu memutar arah. Untuk menuju ke kantor ada jalan pintas dengan berputar arah itu.

 

Menariknya, di jalur ini ada tiga pilihan jalan masuknya. Jalan masuk pertama, untuk yang langsung akan keluar di belokan selanjutnya, jalan masuk ke-2 yakni jalan keluar untuk pengendara dari jalur cepat yang ingin masuk ke jalur lambat, dan jalan masuk yang benar adalah di jalan masuk ke-3 karena jalan masuk ke-2 diperuntukkan bagi pengendara yang hendak masuk ke jalur lambat dan jalan masuk pertama hanya untuk yang berputar di belokan pertama. Sebagai catatan, jalur lambat ada di sebelah kiri dan jalur lambat ada di sebelah kanan. Entah bagaimana, driver yang mengantarkanku masuk ke jalur cepat di jalan pertama, padahal jelas-jelas itu diperuntukkan bagi pengendara yang ingin berbelok arah di belokan pertama (kami harus berputarnya di belokan ke-2). Tak jauh dari jalan masuk, ada polisi yang memastikan bahwa kendaraan yang berada di jalur itu akan berputar arah atau keluar menuju ke jalur lambat. Dan dengan gesitnya, driverku langsung keluar dari jalan itu dan menuju ke jalur lambat! Kami melalui jalur lambat untuk beberapa waktu dan kemudian masuk kembali ke jalur cepat yang memang tepat!

 

Di situ jadi terpikir, mungkin driverku buru-buru masuk ke jalur cepat, karena mengharap bisa tiba di kantor dengan lebih cepat. Namun, ketika belum saatnya, apa pun yang kita perbuat, ya memang belum saatnya, ya tidak akan berbuah hasil.  Seperti juga terdapat dalam surat Al Anbiya ayat 37:

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab-Ku), Oleh karena itu, janganlah kalian minta kepada-Ku untuk mendatangkannya dengan segera! “

 

Ada juga hadist riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa:

“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.”

 

Saat itu driver-ku mungkin ingin agar kami tiba dengan cepat, namun walaupun kita berusaha, ketika belum saatnya tiba, ya usaha tersebut tidak akan berhasil. Ini bagaikan kami yang masuk jalur cepat, namun dengan terpaksa masuk ke jalur lambat lagi. Inti dari pembelajaran tadi pagi adalah, Dia punya perspektif yang lebih baik bagi makhluknya, percaya timingnya tak usah terburu-buru, itu saja.



 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved