Tutup Iklan
Tryout.id
Langkah Tepat untuk Menangani Luka Bakar

Langkah Tepat untuk Menangani Luka Bakar

Maman Soleman
30 Mei 2018
Dibaca : 324x

Luka bakar bisa terjadi kapan dan di mana saja. Kerap kali, ketika luka bakar terjadi, kita sering kali cepat-cepat mengoleskan bahan yang ada di sekitar, seperti pasta gigi, mentega, atau bahkan minyak goreng. Apakah hal itu diperbolehkan? Atau, bagaimana seharusnya langkah tepat pada pertolongan pertama luka bakar?

Luka bakar yaitu kerusakan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas. Sumber panas bermacam-macam, misalnya, api, suhu panas, air panas, bahan kimia, listrik, hingga radiasi. Sinar matahari pun bisa menyebabkan luka bakar. Tengok saja orang yang terlalu lama berjemur di pantai, kadang mengalami luka bakar. Gesekan antara kulit dengan permukaan keras dan kasar seperti aspal jalan raya juga bisa digolongkan sebagai luka bakar.

Luka bakar bisa dialami siapa saja. Tapi, banyak salah kaprah yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai penanganan awalnya,dan ini bisa memperbesar peluang infeksi serta memperlambat proses penyembuhan.

Salah kaprah itu, menyangkut berbagai benda yang sering kali dianggap ampuh sebagai  penanganan pertama luka bakar. Misalnya pasta gigi, kecap, bubuk kopi hitam, mentega, lotion hingga alkohol.

Ketika terjadi luka bakar, berbagai benda tersebut diambil dan langsung dioleskan pada permukaan kulit yang mengalami luka bakar. Harapannya, untuk "mendinginkan" luka bakar serta menghentikan penyebaran luka.

Lalu, bagaimana langkah awal yang tepat untuk menangani luka bakar?

Jika sumbernya berupa api, api yang membakar tubuh korban harus dimatikan terlebih dahulu. Barang-barang di badan yang dapat menyimpan panas juga harus dilepaskan dari tubuh korban, seperti pakaian, cincin, jam tangan, atau benda-benda logam lain. Korban juga bisa proaktif dengan bergulung-gulung di tanah atau pasir untuk memadamkan api di tubuhnya.

Untuk luka bakar ringan seperti tersiram air panas, terciprat minyak panas, terkena knalpot, atau memegang suatu benda yang sangat panas, permukaan kulit yang terkena bisa dialiri air yang mengalir selama 15 hingga 20 menit. Ingat, dialiri air, bukan direndam.

Cara ini dilakukan untuk menghilangkan panas dan mengurangi rasa nyeri. Sebaliknya, ketika luka bakar tidak dialiri air, bisa dipastikan akan berbekas di permukaan kulit. Akibatnya, selain potensi infeksi yang lebih besar, proses penyembuhan juga semakin lama.

Air yang digunakan untuk mengaliri luka bakar juga harus air dalam suhu ruang. Bukan air hangat, apalagi air dingin. Misalnya, air keran yang mengalir di rumah. Setelah dialiri air, luka bisa langsung dibalut dengan kain kassa atau kain bersih, untuk menghindari infeksi. Selanjutnya, korban dengan luka bakar bisa diantarkan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.

Tingkat keparahan luka bakar sangat tergantung pada beberapa faktor, yaitu kedalaman lapisan kulit yang terbakar, ukuran dan lokasi luka bakar, penyebab luka bakar, serta usia dan faktor kesehatan penderita luka bakar.

Untuk lokasi luka bakar, bagian tubuh yang paling lama mengalami proses penyembuhan, yaitu wajah dan paha. Soalnya, di sana ada pembuluh darah besar. Risikonya juga sangat besar karena dikhawatirkan akan terjadi pembengkakan di daerah tenggorokan sehingga ada potensi sulit bernapas dan tak sadarkan diri.

Penanganan awal yang sama, juga bisa dilakukan ketika pasien luka bakar merupakan anak-anak. Tapi, proses penyembuhan pada bayi dan anak-anak relatif lebih lama dibandingkan orang dewasa. Selain ancaman kematian dan luka fisik, pasien luka bakar juga dihadapkan pada kemungkinan cacat permanen. Terutama, ketika luka bakar yang dimiliki tergolong derajat tinggi.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
glowhite