Tutup Iklan
ObatKolesterol
Waduh, Kelihatan Rambut saat Shalat, Sah kah?

Waduh, Kelihatan Rambut saat Shalat, Sah kah?

Zeal
27 Feb 2018
Dibaca : 700x

GueBanget.com - Jumhur ulama sepakat bahwa rambut wanita merupakan aurat yang harus ditutupi. Sehingga Allah SWT pun memerintahkan agar menutupi kepala mereka dengan jilbab sampai menutupi dada. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (QS. an-Nur: 31).

Pun juga ketika shalat. Para wanita diwajibkan menutupi aurat mereka dengan sempurna, termasuk kepala mereka. jangan sampai ada rambut yang kelihatan oleh orang lain. Karena hal itu merupakan salah satu syarat sah shalat. Sebagaimana Nabi SAW bersabda:

“Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah baligh, kecuali ia memakai jilbab.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 775, Al-Adzami menyatakan sanadnya shahih).

Lantas bagaimana ketika rambut tersebut tersingkap?

Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com pernah menjelaskan bahwa hukum tersingkapnya rambut wanita saat shalat, sama halnya ketika ada aurat lain yang tersingkap diluar waktu sholat. Mengenai hal ini, para Ulama telah merinci ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  • Apabila yang bersangkutan ternyata mengetahui, maka segeralah membenahinya atau menutupinya, dan shalatnya pun tetap sah. Sebagaimana As-Syirazi salah satu Ulama kalangan Syafi’iyah dalam al-Muhadzab, menyebutkan:

“Jika bajunya diterpa angin hingga auratnya terbuka, kemudian ia langsung menutupnya kembali, maka shalatnya tidak batal”

  • Apabila yang bersangkutan mengetahui, namun tidak segera menutupinya, maka dalam hal ini para Ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama para ulama menghukumi batal. Dengan alasan karena auratnya terbuka, baik sedikit maupun banyak hukumnya sama saja. Adapun pendapat kedua, hukumnya tidaklah batal. Karena terbuka aurat tersebut hanya sedikit.

Mengenai perbedaan pendapat tersebut dijelaskan oleh Ibnu Qudamah dalam al-Mughni, ia mengatakan,

“Jika auratnya terbuka sedikit ketika shalat, maka shalatnya tidaklah batal. Pendapat ini ditegaskan oleh Imam Ahmad dan Abu Hanifah. Sementara itu Imam as-Syafii mengatakan, bahwa shalatnya tetap batal. Karena ini berkaitan dengan hukum membuka aurat, sehingga tak ada bedanya sedikit maupun banyak (terlihat auratnya tersebut), sebagaimana melihat”

Salah satu dalil yang menyatakan bahwa shalat yang sedikit terbuka auratnya tidak menjadi batal ialah Hadist dari Amr bin Salamah r.a. beliau menceritakan.

“Kami tinggal di suatu kampung yang sering dilewati oleh para sahabat ketika mereka hendak bertemu Nabi SAW di Madinah. Sepulang dari Madinah, mereka pun melewati kampung kami. Mereka mengabarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda demikian dan demikian. Kala itu, saya adalah sosok anak yang cepat dalam menghafal, sehingga aku pun bisa menghafal banyak ayat Al-Quran dari para sahabat yang lewat masa itu. Sampai akhirnya, ayahku pun datang dan menghadap Rasulullah SAW bersama penduduknya, dan beliau pun mengajari mereka mengenai tata cara shalat. Beliau (Rosul) bersabda,

“Yang berhak menjadi imam ialah yang paling banyak hafalan qurannya.”

Kala itu memang Aku (Amr bin Salamah) ialah orang yang paling banyak hafalannya, karena aku selalu menghafal. Sehingga mereka pun menyuruhku untuk menjadi imam mereka. Aku pun mengimami sholat mereka dengan memakai pakaian yang kecil milikku sendiri, berwarna kuning. Ketika aku hendak be sujud, tersingkaplah auratku. Hingga salah seorang wanita berkata,

“Tolong tutupilah aurat imam kalian itu”

Kemudian setelah itu mereka membelikan baju Umaniyah untukku. Tak ada yang lebih menyenangkan bagiku setelah Islam, melebihi baju tersebut. (HR. Abu Daud 585, dishahihkan Syaikh al-Albani)

Dalam riwayat diatas, terbuka auratnya Amr bin Salamah hanyalah sedikit. Dan saat itu shalatnya penduduk tersebut tidaklah batal. Karena Rasulullah SAW sendiri pun tidak menyuruh para jamaah untuk mengulangi shalatnya. Maka dapat disimpulkan bahwa sedikit aurat yang tersingkap, lalu tidak langsung ditutup, maka hal itu tidaklah membatalkan shalat.

Syaikhul Islam dalam Majmu al-Fatawa pun menambahkan,

“Jika terdapat rambut ataupun anggota badan wanita yang tersingkap sedikit, maka tak ada kewajiban baginya untuk mengulangi shalat, ini menurut mayoritas ulama (jumhur). Sebagaimana juga pendapat Abu Hanifah dan Ahmad. Namun ketika yang tersingkap tersebut banyak, maka wajiblah baginya mengulangi shalatnya di waktu tersebut, dan ini menurut para ulama, baik dari ulama 4 madzhab maupun ulama yang lainnya”.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
glowhite