Tutup Iklan
glowhite
4 Cara Menurunkan Stres dan Mencegah Kanker Payudara

4 Cara Menurunkan Stres dan Mencegah Kanker Payudara

Susi Lestari
18 Des 2017
Dibaca : 381x

Semua orang tahu bahwa stres menyebabkan penyakit, tapi jarang kita berbicara tentang "sisi lain" yang bahagia ini - belajar bagaimana menenangkan respons stres yang ditendang dalam "respons relaksasi" yang mengarah pada kesehatan, lebih banyak energi dan sedikit risiko penyakit. Studi selama sepuluh tahun terakhir telah menunjukkan formula kemenangan ini tanpa sedikit keraguan. Berikut adalah empat aktivitas penghilang stres yang dapat Anda lakukan SETIAP HARI untuk menenangkan stres, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah kanker payudara dengan bekerja dengan kekuatan bawaan tubuh Anda untuk sembuh!

4 Cara termudah untuk Mengalahkan Tanggapan "Fight or Flight" dan Kanker Payudara

Meditasi # 1. Telomeres adalah potongan DNA kecil yang muncul di akhir setiap kromosom sel. Tugas mereka adalah melindungi informasi genetik. Setiap kali sel membelah, telomere sel asli menjadi sedikit lebih kecil. Sebuah studi Kanada pada tahun 2015 menemukan bahwa telomer lebih lama pada penderita kanker payudara yang bermeditasi atau yang terlibat dalam beberapa bentuk praktik kesadaran lainnya (dibandingkan dengan orang yang selamat yang tidak memiliki praktik kesadaran). Telomere yang lebih panjang sama dengan kesehatan lebih, jadi ini berarti kurang berisiko terkena kanker payudara atau kanker payudara.

Meditasi sulit dilakukan banyak orang, tapi Anda tidak perlu menghabiskan berjam-jam sehari duduk di atas bantal untuk menuai manfaat meditasi. Menurut Harvard University, 15 menit meditasi setiap hari bisa membuat Anda menuju kesehatan. Mereka menekankan bahwa, di atas segalanya, konsistensi sangat penting jika Anda ingin melihat hasilnya.

# 2 Pindahkan Tubuh Anda! Gerakan membantu tubuh Anda dalam banyak hal, termasuk menenangkan respons stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam jangka panjang. Sebuah studi Prancis tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan bahwa wanita yang berjalan minimal empat jam per minggu memiliki risiko kanker payudara invasif yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak. Penyelidikan tersebut didasarkan pada studi terhadap 60.000 wanita pasca menopause selama periode empat tahun.

Jika Anda berada pada titik pada perjalanan penyembuhan Anda yang tidak memungkinkan Anda untuk melakukan aktivitas aerobik seperti Pelatihan Burst, berenang, jogging, menari atau berjalan cepat, jangan khawatir. Studi telah menunjukkan bahwa melakukan aktivitas peregangan seperti yoga secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit fisik dan neurologis Anda karena peregangan dapat memberi efek positif pada sistem endokrin dan saraf.

# 3 Tulislah! Jika Anda senang menulis atau bahkan jika Anda belum pernah mencoba, Anda mungkin mempertimbangkan untuk menjabarkan stres Anda. Anda dapat mengatur penghitung waktu dan melakukan "penulisan bebas" selama 20 menit atau fokus pada situasi tertentu untuk sejumlah halaman tertentu. Anda juga bisa menuliskan impian, visi, cita-cita dan aspek dalam hidup Anda yang Anda syukuri sebagai cara untuk mundur selangkah dari "kekhawatiran" Anda dan benar-benar menghargai semua yang telah Anda miliki. Sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology menemukan bahwa wanita dengan kanker payudara yang berpartisipasi dalam tulisan ekspresif merasa lebih baik dan memiliki sedikit gejala. Jika Anda seorang doodler, cobalah menghabiskan beberapa waktu penjurnalan reflektif Anda untuk menarik perasaan Anda juga.

# 4 Tekan Jalan Anda dari PTSD dan Stres Kronis. Emotional Freedom Technique, atau Tapping, adalah cara yang mudah (dan cepat) untuk menenangkan stres dan mencapai kedamaian serta fokus dalam hidup Anda. Anda dapat dengan lembut "menyentuh" ‚Äč‚Äčtitik meridian kunci pada wajah dan dada saat pertama mengekspresikan emosi Anda dan kemudian mengatakan afirmasi. Hal ini akan menenangkan keadaan panik dan terkadang menurunkan tingkat kortisol secara signifikan. Mengetuk mungkin terasa aneh pada awalnya tapi bahkan penelitian telah mengkonfirmasi bahwa itu berhasil. Faktanya, temuan yang dipresentasikan pada Konferensi Kesehatan Angkatan Bersenjata Angkatan Bersenjata A.S. pada tahun 2011 menemukan bahwa 90% veteran militer yang diidentifikasi oleh PTSD yang terpapar pelatihan EFT tidak lagi memenuhi kriteria PTSD setelah hanya menjalani praktik EFT selama 6 minggu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab