Tutup Iklan
hijab
Buku What Was I Scared Of ? Untuk Motivasi Anak Ketika Takut...

Buku What Was I Scared Of ? Untuk Motivasi Anak Ketika Takut...

Dika Mustika
18 Apr 2018
Dibaca : 341x

Takut, khawatir adalah salah satu emosi yang wajar dirasakan oleh kita. Itu adalah satu pertanda jika kita masih hidup. Klise memang, tapi itu lah hidup di mana kita tidak bisa pilih-pilih rasa apa yang akan kita dapatkan. Namun kita bisa memilih bagaimana kita merasakannya. Apakah rasa sedih akan kita rasakan dengan menangis-nangis, akankah rasa takut kita akan rasakan dengan penuh kekhawatiran. Akankah kita fokus menghayati satu rasa hingga kita bagaikan ‘menutup mata’ akan rasa-rasa lainnya? 

 

Ada satu buku yang cukup menginspirasi bagaimana kita bisa menghadapi rasa takut kita. Ini termasuk buku anak, namun...inspirasi memang ternyata bisa datang dari mana pun, dari buku anak sekalipun! Buku ini adalah salah satu dari banyak karangan Dr. Seuss. Buku ini berjudul What was I Scare of? Dikisahkan tokoh cerita, sedang berada di tengah hutan. Tiba-tiba ia melihat celana melayang, dengan tanpa orang yang mengenakannya. Dia tidak merasa takut, namun dia kemudian berhenti dan berpikir ada apa tiba-tiba ada celana melayang di tengah hutan. Kemudian celana itu mendekat dan ia mulai takut, dia kemudian berlari dalam takut. Dia takut, gemetaran, berteriak karena ketakutan. Tanpa sengaja ia justru memegang celana melayang. Dan kemudian mereka berdiri berhadapan! Dia berteriak meminta tolong. Tapi anehnya, ternyata celana melayang itu mulai menangis dan gemetar. Celana tersebut sama takutnya dengan tokoh dalam cerita tersebut. Akhirnya tokoh dalam cerita menggandeng celana tersebut di pinggangnya dan menenangkan celana melayang tersebut. Mereka duduk berdampingan. Mereka pun kemudian kini sering berjumpa. Ketika berjumpa tidak pernah lagi terjadi gemetaran. Mereka bahkan saling menyapa ketika berpapasan.

 

Berdasarkan cerita di atas, rasa takut itu bisa dianalogikan dengan celana melayang dan bagaimana si tokoh dalam cerita tersebut bisa menghadapi rasa takutnya. Berawal dari menghadapi! Bukan mengatasi! Setelah kita menghadapi dan mengakui rasa takut tersebut, ternyata rasa takut itu...’tidak terlalu buruk’. Ketika rasa takut itu hadir dan kita sudah memiliki penawarnya, bahkan kemudian kita bisa menyapa rasa itu, mungkin sama seperti kita menyapa rasa-rasa yang menyenangkan.  Rasa senang dirasakan bahagia dan juga seakan menjadi sahabat kita itu sudah biasa, namun ketika ada rasa takut atau sedih yang bisa bersahabat dengan kita, luar biasa! Berawal dari menghadapi jadilah menaklukan. Boleh kita merasa takut, justru akui rasa itu. Kemudian hadapi sesuai dengan kemampuan kita, sesuai kenyamanan kita, karena kita lah sang penakluk rasa yang kita dapatkan. Mungkin adakalanya kita tak seberani Si X atau Si Y. Tapi kita adalah terberani dengan versi kita sendiri.

 

Nah, seberani apa diri versi dirimu ketika takut?

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview