Tutup Iklan
powerman
Nasi Grombyang dan Kamir Arab, Dua Ikon Kuliner Pemalang nan Gurih dan Manis

Nasi Grombyang dan Kamir Arab, Dua Ikon Kuliner Pemalang nan Gurih dan Manis

Maman Soleman
30 Mei 2018
Dibaca : 364x

Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikenal dengan masakan dan jajanan khasnya, yakni nasi grombyang dan kamir arab. Rasa, warna, dan bau nasi grombyang mirip nasi rawon, masakan khas Jawa Timur yang berupa nasi sup daging berkuah hitam.

Nasi rawon dan grombyang memiliki cita rasa yang khas yang berasal dari kluwek dan campuran bumbunya. Kluwek membuat masakan menjadi berwarna gelap.

Nasi grombyang adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil disajikan dengan nasi dalam mangkuk kecil berkuah banyak. Kuah yang banyak membuat nasi dan irisan daging sapi atau kerbau bisa bergoyang-goyang, istilah Jawa dialek Pemalang adalah ber-grombyang-grombyang sehingga disebut nasi grombyang. Mengenai siapa yang pertama kali memberi sebutan nasi grombyang, tidak ada yang tahu.

Jika nasi rawon dilengkapi pula dengan taoge, nasi grombyang ditemani dengan sate sapi. Satu porsi menu ini disajikan dengan mangkuk mungil sehingga rasanya kurang nendang jika hanya makan satu porsi. Rata-rata pembeli makan dua porsi.

Empuk, lembut, manis, gurih, dan ada rasa serta aroma tapenya, itulah rasa kamir atau khamir arab, jajanan khas Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kamir arab dan nasi grombyang menjadi ikon kuliner kota di pantura tersebut. Rasanya memang enak sehingga sangat terkenal.

Ada dua jenis kamir, yakni kamir beras dan kamir terigu. Bahan bakunya santan, gula, mentega, ragi, dan tape. Kamir dengan tepung beras berbentuk bundar. Bagian atasnya putih sedangkan bagian bawah cokelat kemerahan. Kue itu tidak tahan lama karena ada kandungan santan sehingga paling lama disimpan dua hari.

Sementara kamir dari bahan terigu, semua sisinya bewarna cokelat, tidak mengandung santan sehingga lebih tahan lama. Bahkan, kue itu bisa bertahan 5-12 hari jika disimpan dengan benar dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Penganan itu empuk karena ada campuran tape yang berfungsi sebagai pengembang. Kamir arab Pemalang juga awet karena ada unsur gulanya dan ragi. Sebelum dimasak, adonan terlebih dahulu didiamkan antara 5 hingga 7 jam agar bisa mengembang dengan sempurna dan terjadi proses fermentasi.

Tidak ada bahan kimia dalam adonan kamir. Semua bahan yang digunakan semua alami. Disebut kamir arab, ada kemungkinan karena kue tersebut merupakan warisan keturunan Arab yang tinggal di Desa Mulyoharjo. Daerah tersebut dulunya disebut juga dengan Kampung Arab. Di masa lalu, Kampung Arab dihuni 99 persen orang Arab. Peminatnya bukan hanya warga lokal tetapi luar kota. Banyak TKI yang membawa kamir ke luar negeri sebagai buah tangan rekan TKI lain di sana.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Foto Selebriti
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
powerman