Tutup Iklan
powerman
Tentang Berpikir...

Tentang Berpikir...

Dika Mustika
19 Apr 2018
Dibaca : 80x

Berpikir, rasanya pasti setiap orang pernah berpikir. Berpikir tentang masa lalu, masa kini, juga masa depan. Berpikir tentang menu apa yang akan dipilih untuk makan siang, baju apa yang akan dipakai untuk bertemu dengan kawan lama, film apa yang enak ditonton Sabtu depan, dan berjuta pikiran lainnya. Bisa juga berpikir mengapa es krim rasa green tea selalu habis di warung sebelah, mengapa tiba-tiba tukang nasi goreng yang biasanya lewat di depan rumah tidak lewat malam ini, mengapa jalanan hari Senin selalu padat, dan banyak ‘mengapa-mengapa’ di kepala.

Nah, aku pernah membaca 2 buku mengenai berpikir. Buku pertama menceritakan bahwa memang di kepala kita ini bisa jadi sungguh banyak pikiran. Dari apapun bisa bercabang ke hal lainnya. Misal, ketika berpikir mengenai mobil, bisa juga berpikir menganai orang, dan jadilah pikiran orang naik mobil dengan segala kemungkinannya. Intinya, buku pertama menceritakan bagaimana kita mengaitkan 1 hal dengan hal lainnya hingga terjadi pemikiran yang baru.

Kalau buku pertama mengulas betapa hal apapun bisa menjadi pikiran yang mungkin bercabang, menariknya di buku ke-2 ada sudut pandang yang berbeda. Di buku kedua ini dikisahkan ada seorang tokoh yang mengalami berbagai hal aneh yang bahkan tidak masuk akal ketika ia bangun tidur. Ia bingung mengapa hal tersebut terjadi. Selanjutnya ‘mengapa-mengapa’ terus terjadi dalam rutinitasnya. Keanehan ketika di kamar mandi, ketika sarapan, ketika hendak berangkat sekolah, dan serentetan keanehan lain sepanjang aktifitasnya seharian itu. Dalam kebingungannya tersebut, ia bertanya kepada seseorang.

Dan ternyata jawabannya sederhana saja, “Tenang, jika kau ingin terbebas dari keanehan ini, tinggal kau hitung ada berapa keanehan yang kau jumpai hari ini, lalu tidurlah!”    

Ia pun kemudian melakukan saran orang tersebut. Benar saja, ketika ia menghitung keanehan yang terjadi di hari itu dan kemudian ia tidur, keesokan harinya telah hilang semua keanehan yang ia jumpai di hari sebelumnya.

 

Buku ke-2 mungkin adalah buku fiksi yang berdasarkan imajinasi belaka. Namun, jika kita maknai dengan lebih dalam. Dari buku ke-2 kita bisa belajar bahwa dalam hidup memang sungguh banyak hal yang mengundang ‘mengapa-mengapa’, namun ada kalanya ‘mengapa’ tersebut harus kita pilah, yang mana yang memang kita perlu pikirkan, mana juga yang ‘ya sudah’ nanti dia juga akan berlalu. Sedangkan dari buku pertama kita belajar bagaimana lebih peka untuk tidak selalu melewatkan pikiran.

 

Menarik bukan? Yang mana yang kamu lebih perlukan, lebih banyak berpikir? Atau lebih pandai memilah pikiran agar kepala ini tidak penuh dengan ‘mengapa-mengapa’? Pikirkan dengan bijaksana ya! Hidup memang tak bisa lepas dari berpikir ya.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab