Terapi Totok Darah Bisa Normalkan Tekanan Darah

Terapi Totok Darah Bisa Normalkan Tekanan Darah

Maman Soleman
25 Des 2017
Dibaca : 8356x

Sering sakit kepala, pusing, wajah kemerahan, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah dan pandangan kabur bisa jadi Anda terkena masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk mengatasi hipertensi biasanya penderitanya harus minum obat penurun tekanan darah. Obat ini harus diminum seumur hidup. Namun, sebenarnya ada cara tradisional yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi yaitu dengan terapi totok darah.

Berbeda dengan totok biasa yang bagian wajah tertentu ditotok atau ditekan, pada totok darah ini darah dikeluarkan dari dahi menggunakan alat khusus. Terapinya mirip dengan terapi bekam, hanya saja pada terapi totok ini darah dibiarkan keluar mengucur dari dahi. Darah yang keluar tentu saja darah yang kotor.

Cara mengeluarkan darahnya mempergunakan sebuah alat seperti obeng yang dibengkokkan (letter L) dimana ujungnya pipih tajam mirip pisau. Perkakas itu lalu diketukkan ke dahi pasien pakai jari. Sesudah itu darah keluar dan mengucur deras. Darah yang keluar ini ditampung dalam suatu ember hitam yang sudah disiapkan. Sebelum dilakukan totok darah, leher diikat terlebih dulu dengan handuk dan pasien memegang ujung handuk itu supaya darah yang keluar lancar. Saat dilakukan terapi seseorang mesti dalam keadaan berbaring telungkup di sebuah dipan.

Saat dahi diketuk tidak semua orang akan keluar darahnya. Ada orang yang banyak keluar darahnya dan yang sedikit keluar darahnya. Darah tidak bisa keluar atau keluarnya sedikit hal ini karena terdapat perasaan takut saat melakukan terapi. Bisa pula lantaran darahnya mengental dan pemilihan hari saat menjalani terapi totok darahnya tidak tepat.

Walau dahi diketuk hingga keluar darah, tetapi rasa sakit tidak dirasakan pasien. Malah, pasien cuma merasa dahinya seperti diketuk oleh jari saja. Saat terapi lebih baik seseorang santai dan relaks supaya darah dapat mengucur dengan deras. Sesudah selesai umumnya darah akan otomatis berhenti. Umumnya terapi totok darah membutuhkan waktu selama 5-10 menit. Kemudian luka bekas totok diberi plester.

Tahap selanjutnya, pasien disuruh telentang dan terapis mengambil air matang dari gelas dan menuangkannya secara bergantian ke kedua mata pasien dengan memakai daun. Daun yang digunakan boleh daun apapun, asalkan bukan daun yang menimbulkan gatal. Sisa airnya lalu diminum oleh pasien hingga habis.

Sesudah terapi, pasien akan merasakan ringan dan segar. Malahan bila kulitnya ditumbuhi bisul dan jerawat keesokan harinya akan berkurang. Selain itu, seseorang pun akan lebih sehat, malah ada pengidap stroke yang langsung dapat berjalan sesudah diterapi. Demikian juga dengan pengidap hipertensi, tekanan darahnya akan menurun dan jadi normal. Disamping dapat menangani hipertensi, terapi totok darah pun dapat menyembuhkan penyakit yang lainnya seperti kolesterol tinggi, diabetes, asam urat dan lain-lain.

Alangkah baiknya terapi totok darah ini dijalankan rutin. Untuk menangani penyakit terapi dapat dijalani seminggu sekali. Bila penderita telah merasa sehat, penderita/pasien dapat melakukan terapi sebulan sekali atau dua bulan sekali. Sesudah menjalani terapi, ada baiknya pasien menjalankan pantangan makan. Makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi lebih baik dijauhi selama menjalani pengobatan ini. Misalnya makanan yang mesti dijauhi adalah udang, teri jengki, jeroan sapi atau kambing, daging kambing, ikan bandeng, ati sapi atau kerbau, mie instan, jengkol, petai, susu dan bakso.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2019 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2019 GueBanget.com
All rights reserved