Tutup Iklan
powerman
Hati-hati Bermain Dengan Persepsi Sendiri!

Hati-hati Bermain Dengan Persepsi Sendiri!

Dika Mustika
11 Jul 2018
Dibaca : 118x

Persepsi ternyata salah satu dari sekian banyak hal yang bisa ‘menyetir’ hidup kita ke arah yang merupakan tujuan kita. Setiap orang memiliki persepsi masing-masing. Adakalanya persepsi tersebut sesuai dengan kenyataan, namun adakalanya persepsi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika persepsi tidak sesuai dengan kenyataan, bisa jadi memang karena sensor kita ‘salah’ mengambil ‘objek’ atau sensor ‘tepat’ mengambil ‘objek’ namun kesalahan terletak dalam pemrosesannya. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang persepsi, sebenarnya apa itu persepsi? Menurut KBBI persepsi bermakna tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu atau bisa juga bermakna proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancainderanya.

Nah, beberapa waktu lalu ada kejadian yang membuatku berpikir betapa dampak dari persepsi ini bisa dahsyat terhadap kehidupan seseorang lho. Beberapa waktu lalu di kantor aku mendengar kepala divisiku sedang mencari ruangan untuk meeting di tanggal tertentu. Berdasarkan indera pendengaranku, aku mempersepsikan bahwa akan ada rapat divisi di tanggal tersebut. Aku hanya mengeluh dalam hati dan tak habis pikir, mengapa ada meeting di tanggal tersebut. Di tanggal tersebut sedang ada big event juga dan penyelenggaranya adalah divisiku. Persepsi itu aku simpan sendiri tanpa aku tanyakan kepada yang bersangkutan (baca: kepala divisi). Dan sepanjang minggu itu aku merasa lebih kepayahan dari pada biasanya juga sibuk memikirkan akan sampai pukul berapa meeting di hari tersebut jika big event saja baru selesai di sore hari. Sungguh membayangkan akan ada meeting sampai malam hari dalam kondisi badan kelelahan setelah seharian mengurusi big event.

Akhirnya tibalah saat penyelenggaraan big event. Selain kecapaian dari minggu sebelumnya, aku juga memulai hari dengan gontai karena membayangkan kalau hari itu bisa-bisa aku pulang  larut. Sebenarnya big event tersebut sungguh moment yang kutunggu-tunggu. Divisiku sudah merancang event tersebut sungguh akan fun untuk kemi maupun costumer. Namun dengan persepsiku mengenai adanya meeting selepas acara big event terur mengganggu pikiran hingga akhirnya berpengaruh pada badanku juga. Rasanya hari itu selain capai fisik juga yang kurasa adalah kecapaian psikis. Di sore harinya big event pun tuntas. Yang membuatku bingung adalah mengapa kepala divisi langsung mengizinkan kami pulang selepas event tanpa meeting terlebih dahulu. Masih dalam kebingungan (tentu saja juga dengan keriangan) aku pun bergegas untuk pulang. Untuk menuju ke pintu keluar kantor tentu saja aku harus melalui deretan ruang meeting. Tak sengaja aku berpapasan dengan teman dari divisi lain. Ternyata divisinya lah yang meeeting di sore itu. Dari temanku juga aku mengetahui bahwa beberapa waktu yang lalu kepala divisinya sedang tugas luar. Karena kepala divisi temanku dan kepala divisiku berteman baik. Ia meminta tolong kepala divisiku untuk memesan ruang meeting. Jadi selama seminggu kemarin hingga sore tadi, aku hanya berkutat sendiri dengan persepsiku yang salah.

Ada banyak pikiran negatif yang tercipta dari bermain persepsi sendiri. Padahal, kalau saja aku langsung bertanya kepada kepala divisiku mengenai ruang meeting yang dipesannya. Tak perlu aku kepayahan merasakan konsekuensi pikiran negatifku sendirian. Persepsiku menciptakan kenyataan. Sayangnya kenyataan yang tercipta bukanlah kenyataan yang menyenangkan di saat itu. Cerita di atas hanyalah 1 analogi dari tak terbatasnya persepsi kita akan banyaknya fenomena. Berhati-hatilah dengan persepsi sendiri. Jika merasa kurang jelas akan persepsi kita, masihkah diam dan bermain persepsi sendiri yang menjadi pilihannya?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2018 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2018 GueBanget.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JasaReview