Waspadailah Risiko Bercinta pada Usia Remaja

Waspadailah Risiko Bercinta pada Usia Remaja

Maman Soleman
26 Des 2017
Dibaca : 700x

Usia remaja memang sangat rentan dengan segala bentuk tindakan yang menantang. Selain memacu adrenalin, rasa ingin tahu mereka sangat tinggi apalagi bila berhadapan dengan hal-hal baru terutama relasi lawan jenis. Tak sedikit remaja yang terhanyut dalam hubungan percintaan serasa berada di awang-awang. Segala bentuk rasa cinta dicurahkan sepenuh hati. Bahkan hubungan intim yang seharusnya dilakukan setelah menikah dianggap sebagai wujud kasih sayang yang normal. Padahal hubungan intim di usia remaja memiliki berbagai risiko.

Kehidupan seks bebas tanpa wawasan yang mendalam mengenai seksualitas memiliki risiko terhadap berbagai penyakit terutama Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mayoritas penyakit tersebut ditularkan melalui hubungan seksual. Pasien dengan HIV terjadi pada semua kalangan. Penyakit ini bisa terjadi pada semua profesi. Bahkan, ibu rumah tangga yang tidak berganti-ganti pasangan pun bisa menderita HIV. Penyebabnya mungkin tertular dari suaminya yang hobi 'jajan' di luar.

Kelompok penyakit akibat seringnya berganti-ganti pasangan dimasukkan sebagai Sexually Transmitted Disease (STD). Untuk para perempuan, selain penyakit STD juga berisiko terjadinya kanker mulut rahim. Sedangkan untuk laki-laki, pasien akan menambah risiko menderita kanker prostat di kemudian hari.

Karena itu bila pasangan remaja sudah melakukan hubungan seksual, maka risiko menderita penyakit infeksi yang berbahaya dan mematikan menjadi lebih besar. Seperti yang sudah diketahui, penyakit HIV AIDS merupakan penyakit yang berbahaya dan mematikan. Sampai saat ini, vaksin yang dapat digunakan secara luas belum ditemukan. Obat-obatan anti retroviral (ARV) yang ada saat ini sudah mampu menekan jumlah virus sampai tidak terdeteksi.

Gejala klinis akibat virus baru muncul pada penderita infeksi HIV yang sudah lanjut. Jika daya tahan tubuh sudah menurun, berbagai infeksi oportunistik akan muncul seperti sariawan karena jamur kandida, TBC paru, infeksi otak, diare kronik karena infeksi jamur atau parasit atau timbul hitam-hitam di kulit. Pasien HIV yang sudah masuk tahap lanjut mengalami berat badan yang menurun drastis.

Berat badan turun, sariawan di mulut, dan diare kronik adalah gejala utama bila penderita telah mengalami infeksi HIV lanjut dan telah masuk fase AIDS. Sekali para remaja pernah merasakan hubungan seksual, maka mereka akan semakin penasaran dan terus mencoba lagi dengan pasangan dan terus berjuang.

Siapa saja yang pernah melakukan hubungan seksual, terutama hubungan seksual di luar nikah dan pernah menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau pernah menggunakan narkoba jarum suntik dianjurkan untuk memeriksakan status HIV-nya.

Dengan risiko yang sangat merugikan kesehatan di masa yang akan datang, diharapkan sejak usia dini khususnya para remaja memiliki pengetahuan terhadap risiko-risiko yang harus dihadapi. Di sini peran orangtua dan sekolah sangat berpengaruh dan dibutuhkan sebagai upaya pencegahan agar remaja tidak bergerak terlalu jauh. Hal paling penting untuk mencegah timbulnya risiko adalah berhenti berganti-ganti pasangan, ingatkan remaja untuk tidak berhubungan seksual sebelum menikah. Mencintai atau memiliki kasih sayang dengan pacar bukan berarti menyerahkan seluruh diri secara penuh kepada kekasih.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berita Terpopuler
Polling
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-20124
Foto Selebriti
#Tagar
Berita Netizen Terupdate
Copyright © 2020 GueBanget.com - All rights reserved
Copyright © 2020 GueBanget.com
All rights reserved